Keliling Gaza Selatan, Humanity Water Tank Bagikan Jutaan Liter Air Bersih Gratis

Jutaan liter air bersih terdistribusi untuk warga di Gaza. ACT mendistribusikannya menggunakan armada Humanity Water Tank.

air bersih untuk gaza
Distribusi air bersih di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Armada Humanity Water Tank dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menginjak pedal gasnya. Armada tersebut berkeliling menyusuri jalan-jalan di Gaza Selatan untuk menyalurkan bantuan air bersih dari Sahabat Dermawan ke setiap keluarga di sana yang mengalami krisis air bersih.

Sepanjang Mei, sedikitnya 3,4 juta liter air bersih didistribusikan ke warga Palestina di Kota Rafah dan Khan Younis di Gaza Selatan. Air tersebut dibagikan melalui dua armada Humanity Water Tank, yang setiap hari berkeliling ke tiap pelosok daerah untuk menjangkau sebanyak-banyaknya penerima manfaat.

Sekali jalan, satu armada akan membawa 6.500 liter air di tangkinya. Air tersebut akan dipompa dan dialirkan ke toren tiap rumah warga prasejahtera di Gaza. Sementara bagi warga yang tidak memiliki toren, air akan mereka simpan di ember atau alat tampung lainnya yang warga punya. Tiap warga sedikitnya menerima 20 liter air per hari.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Network-ACT, menjelaskan, air yang dibawa Humanity Water Tank diambil langsung dari Sumur Wakaf dan Lumbung Air Wakaf yang telah ACT bangun di Gaza. "Para penerima manfaat bisa menggunakan air bersih yang kami berikan untuk berbagai kepentingan. Seperti mandi, beribadah, hingga konsumsi," jelas Said, Selasa (24/5/2022).

Said juga menegaskan bahwa kualitas air yang dibagikan sangat baik. Sebab, air tersebut telah melalui sistem penyaringan untuk memisahkan antara air dengan kotoran dan zat asing yang terkandung di dalamnya. 

 

Keceriaan anak Palestina menerima air bersih dari Humanity Water Tank. (ACTNews)

"Sebab, jika tidak disaring, air yang diambil dari tanah di Gaza adalah air kotor yang memiliki rasa kemasaman. Saat ini hanya sekitar 30 persen warga Gaza yang dapat menikmati air bersih dengan jumlah yang layak tiap harinya. Sisanya, mereka meminum air yang tercemar," jelas Said.

Krisis air di Gaza diketahui memang sangat parah. Data dari tim ACT menunjukkan warga Gaza meminum rata-rata 90 liter air tiap harinya, dan 80 liter di antaranya adalah air yang tercemar. Hal itu disebabkan blokade air bersih oleh Israel dari dataran yang lebih tinggi yang turun ke Gaza. Dampaknya, Gaza hanya bisa memanfaatkan air tanah yang sudah terpolusi.[]