Keluarga Buthania, Satu dari RIbuan Masyarakat Gaza yang Butuh Dukungan Dermawan Indonesia

Buthania dan kelima orang anaknya tinggal Alnazlah, salah satu kota di utara jalur Gaza. Wanita berusia 44 tahun ini, juga hidup seperti warga Palestina lain: dirundung krisis pangan, air, dan konflik.

Keluarga Buthania. (ACTNews)

ACTNews, GAZA Suami Buthania Jehad Marwf meninggal karena ledakan yang terjadi di jalur Gaza, 2019 lalu. Ia bersama lima orang anaknya, Abdelrahman, Shaimaa, Nour, Eman, dan Abdullah, saat ini hidup tanpa kehadiran sosok kepala keluarga.

Buthania dan kelima orang anaknya tinggal Alnazlah, salah satu kota di utara jalur Gaza. Wanita berusia 44 tahun ini, juga hidup seperti warga Palestina lain: dirundung krisis pangan, air, dan konflik. Meskipun mendapat bantuan dana dari salah satu lembaga setempat, jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga Buthania.

Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, kondisi keluarga Buthania juga dirasakan ribuan keluarga di Gaza. Sebab itu, Aksi Cepat Tanggap berikhtiar memberikan bantuan terbaik kepada keluarga para syuhada dengan bantuan terbaik melalui Program Sister Family Palestine-Indonesia.

 

“Program ini menjembatani keluarga Indonesia yang ingin membantu kehidupan keluarga Palestina. Bantuan bisa berupa donasi uang, yang kemudian akan dikonversikan menjadi bahan pangan, pendidikan, alat kebersihan, listrik, rumah, pengobatan, dan berbagai kebutuhan lainnya,” jelas Said, Jumat (26/3/2021).

Sister Family Pelestine-Indonesia, lanjut Said, akan menjadi wadah yang mempertemukan keluarga Palestina yang membutuhkan bantuan dengan keluarga Indonesia yang mampu. Hingga saat ini ribuan donatur telah mendukung kegiatan ini salah satunya melalui Indonesiadermawan.id.[]