Keluarga Mohammed Said, Satu dari RIbuan Saudara Palestina yang Butuh Bantuan Masyarakat Indonesia

Kondisi fisik serba terbatas dialami oleh Mohammed Said Abu Alqaraia, salah penduduk Beit Lahia, Palestina. Ia mengalami luka patah tulang saat aksi pembelaan Al-Aqsa pada bulan November 2018.

Muhammad Said bersama keluarganya. (ACTNews)
Muhammad Said bersama keluarganya. (ACTNews)

ACTNews, GAZA — Mohammed Said Abu Alqaraia (31), salah satu penduduk Beit Lahia, Gaza, mengalami luka patah tulang kaki saat aksi pembelaan Al-Aqsa pada bulan November 2018 lalu. Hingga saat ini, ia belum sembuh total, geraknya pun terbatas.

Kondisi tersebut memengaruhi Mohammed Said dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Ia tidak lagi bisa bekerja. Pemasukan pun tidak ada untuk menafkahi istri dan keempat anaknya.

Said Mukaffiy dari Global Humanity Response-Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, konflik di wilayah Gaza turut membuat Mohammed Said tidak bisa mengakses layanan kesehatan. Serangan Israel membuat kerusakan fasilitas umum seperti rumah sakit. “Hal ini tentu membuat keluarga ini semakin sulit untuk mendapatkan perawatan yang maksimal maupun melakukan operasi agar sembuh dari kondisinya saat ini,” ujar Said.

Menggalang dukungan untuk keluarga Mohammed Said, Aksi Cepat Tanggap menginisiasi Program Sister Family Palestine-Indonesia. Program ini telah diluncurkan pada awal Februari lalu. Sister Family Palestine-Indonesia berikhtiar menjadi program yang menjembatani masyarakat Indonesia dengan keluarga Palestina.

“Melalui program ini, Aksi Cepat Tanggap mewakili keluarga Indonesia berikhtiar membangun kehidupan di Palestina. Semoga, melalui program ini, kita bisa terus membantu keluarga di Gaza, termasuk keluarga Mohammed Said,” jelas Said Mukaffiy.

Sahabat Dermawan dapat menjadi bagian dari keluarga Palestina dengan memberikan dukungan terbaik melalui indonersiadermawan.id atau bisa langsung menghubungi ACT di nomor 021-5040-7140.[]