Kemarau Menyambut Iduladha di Gunungkidul

Kekeringan melanda puluhan desa di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Global Qurban-ACT pun mendistribusikan hewan kurbannya ke kabupaten yang berada di timur pusat Kota Yogyakarta itu.

Kemarau Menyambut Iduladha di Gunungkidul' photo

ACTNews, GUNUNGKIDUL Selepas subuh, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) DI Yogyakarta telah berkumpul di Kantor Cabang DI Yogyakarta, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Mereka telah bersiap melakukan perjalanan menuju Kabupaten Gunungkidul. Di sana akan dilakukan penyembelihan hewan kurban dari Global Qurban-ACT di dua kecamatan, yakni Semin dan Paliyan, Senin (12/8).

Gunungkidul menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan hewan kurban terbanyak dari Global Qurban-ACT DIY. Alasannya, masyarakat yang sedang mengalami kekeringan serta kondisi ekonomi yang masih prasejahtera.

Sutaryono, warga Desa Grogol, Paliyan, Gunungkidul mengatakan, kondisi ekonomi mayoritas warga di desanya prasejahtera. Pekerjaan mereka sebagai buruh tani. Di kemarau ini, kekeringan melanda Desa Grogol, sehingga menambah beban warga. “Kering sekarang gini warga harus tambah pengeluaran untuk beli air,” tuturnya.

Guguran daun jati terbang hingga ke jalan-jalan desa. Lahan perkebunan yang tak ditanami dan tanah yang retak menjadi tanda sudah lama tanah Gunungkidul tak mendapatkan pasokan air. Sungai mengering, begitu juga sumur-sumur warga.


Sumur Wakaf

Sebagian besar wilayah Gunungkidul kini mengalami kekeringan. Walau begitu, Desa Grogol tak terlalu merasakan dampaknya. Di sana terdapat sebuah Sumur Wakaf yang terus mengalirkan air tanpa mengenal musim.

Nasrudin dari tim ACT DI Yogyakarta mengatakan, sumur wakaf ini dibangun pada 2018 silam. Pembangunan Sumur Wakaf oleh Global Wakaf-ACT di Desa Grogol dilalatarbelakangi kondisi desa tersebut yang terdampak kekeringan paling parah tiap tahunnya. “Air terus keluar hingga sekarang, warga di sini juga melakukan pipanisasi untuk mengalirkan ke rumah-rumah warga.

Kini, warga Desa Grogol tak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari tiap kemarau. Mereka dapat memanfaatkan Sumur Wakaf untuk berbagai keperluan, termasuk membersihkan hingga memasak daging kurban yang disembelih. []

Bagikan