Kembali Mendorong Omzet Bawang Goreng Nia yang Sempat Mandek

Usaha bawang goreng rumahan produksi Nia Kurnia (40) yang ia beri merk Girtop, sempat mengalami penurunan omzet akibat pandemi. Hasil penjualannya bahkan sempat tak dapat lagi menutupi modal produksi.

Nia menunjukkan dua toples bawang goreng hasil produksinya. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Toples-toples bawang goreng terlihat memenuhi beberapa sudut ruangan di rumah Nia Kurnia (40). Bawang yang ia beri merk Girtop ini biasanya ia jual ke restoran-restoran sekitar. Dari hasil berjualan bawang goreng olahan rumah inilah, ia dapat mendapatkan penghasilan tambahan untuk kebutuhan keluarganya.

Baru setelah pandemi belakangan warga asal Cipayung, Depok ini merasakan kesulitan yang membebani usahanya. Sebab hasil dagangnya tak bisa lagi menutupi ongkos produksi berupa minyak goreng dan toples-toples bawang miliknya. “Alhamdulillah sebelum pandemi lancar untuk masuk ke restoran, sekarang pandemi ini menurun omzetnya,” cerita Nia pada Ahad (6/9) silam.

Selain usahanya yang terdampak, ia menceritakan salah satu anaknya pun sempat terimbas PHK di tempat kerjanya. Beruntung suami Nia masih bertahan sehingga masih mampu membiayai keluarga, serta membiayai si bungsu yang masih menimba ilmu di sebuah pesantren di Sukabumi. Sementara Nia terus melanjutkan usahanya walaupun kondisinya tidak sebaik pada masa-masa sebelum pandemi.


Untuk menunjang semangat Nia dalam berusaha, Global Wakaf – ACT menyalurkan Wakaf Modal Usaha Mikro untuk usaha Nia. Nia merasa terbantu dengan hadirnya amanah dermawan ini. “Modal dari Global Wakaf – ACT akan saya buat membeli bahan baku, botol-botol, dan minyak. Itu yang saya butuhkan saat ini,” ujarnya.

Tak banyak harap Nia selain usahanya kembali berjalan lancar. Selain itu, ia juga ingin agar nantinya pelaku usaha lainnya juga dapat merasakan hal yang sama seperti yang Nia rasakan. Demikian juga harap Zaid Muzayyan dari Tim Program ACT Depok. “Program Wakaf Modal Usaha yang dikelola oleh Global Wakaf – ACT diharapkan dapat menopang kembali usaha bawang goreng Ibu Nia, sehingga dapat melewati masa sulit ini,” kata Zaid.

Dalam kesempatan itu, Zaid juga mengajak para dermawan untuk terus mendukung para pelaku usaha mikro yang saat ini menghadapi tantangan penjualan dan permodalan karena pandemi.  ”Kami mengajak para dermawan untuk membantu pelaku usaha kecil yang kendala permodalan melalui Wakaf Modal Usaha Mikro, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Zaid. []