Kembalikan Senyum Saudara Palestina di Hari yang Fitri dengan Bingkisan Lebaran

Nampak anak-anak di Gaza Utara sangat antusias dengan datangnya paket lebaran tersebut. Mereka memegang erat dus bingkisan itu, bak tidak ingin kehilangannya.

anak-anak palestina
Antusiasnya anak-anak Palestina di Gaza Utara saat mendapat paket lebaran. (ACTNews)

ACTNews, GAZA, YERUSALEM – Jet tempur Israel terus melakukan serangannya ke Gaza hingga Kamis (13/5/2021). Serangan yang dilayangkan menghancurkan gedung-gedung bertingkat tinggi dan permukiman penduduk. Padahal, saat ini adalah hari raya Idulfitri, di mana seharusnya muslim di Palestina dapat melakukan ibadah dan perayaan Idulfitri dengan damai dan penuh suka cita bersama kerabat dan sanak saudara. Duka pun mengepung mereka di hari yang fitri, mengingat tak jarang kerabat menjadi korban kekejaman Israel. Rasa cemas juga turut menyelimuti warga Gaza karena bisa saja serangan Israel berikutnya akan menyasar tempat tinggal mereka. 

Berikhtiar mengembalikan senyum mereka di hari yang fitri ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama masyarakat Indonesia berbagi bingkisan lebaran untuk masyarakat prasejahtera di sana. "Bingkisan lebaran ini kita bagikan untuk hampir 500 saudara muslim kita di Gaza Utara," ujar Said Mukaffiy dari Global Humanity Response ACT, Kamis (13/5/2021). 

Nampak anak-anak di Gaza Utara sangat antusias dengan datangnya paket lebaran tersebut. Mereka memegang erat dus bingkisan itu, bak tidak ingin kehilangannya. 


Selain di Gaza Utara, bingkisan lebaran juga diberikan untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera di Al-Quds, yang mana mereka merupakan anak dari para penjaga Masjid Al-Aqsa. "Keluarga mereka adalah pembela dan pejuang agama Islam di Al-Aqsa. Ayah atau ibu mereka rela melakukan apapun agar terus dapat mempertahankan tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah bagi umat muslim ini. Sehingga, tidak pantas rasanya mereka menghabiskan Idul fitri dengan muram dan duka," teguh Said.

Said berharap, bantuan paket lebaran ini dapat mengembalikan keceriaan saudara muslim Palestina di hari yang suci ini. Ia pun mengajak seluruh umat muslim di luar sana dapat memberikan bantuan terbaiknya, agar distribusi paket lebaran dapat terus meluas dan menjangkau lebih banyak saudara muslim di berbagai penjuru Palestina. 

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban serangan zionis Israel kepada warga sipil Palestina terus bertambah tiap harinya. Per Kamis ini, 83 warga Palestina telah tewas, di mana 17 di antaranya merupakan anak-anak, dan 7 wanita. Sementara ratusan lainnya, telah terluka cukup parah akibat serangan yang telah dimulai sejak Senin (9/5/2021) lalu. 



Anak-anak dari para penjaga Masid Al-Aqsa menerima bantuan paket lebaran. (ACTNews) 

Dilansir dari laman Aljazeera, serangan misil Israel ke Gaza di hari raya Idulfitri telah dimulai sejak Kamis dini hari. Warga Gaza mayoritas telah terbangun saat itu. Di mana suara ledakan keras dari bom dan hancurnya gedung-gedung, saling bersautan mengiringi hari mereka menuju Idul fitri.

Jet tempur Israel yang mereka sebut mengincar gedung keamanan dan polisi Palestina, nyatanya juga turut meluluhlantakkan pemukiman penduduk. Bahkan, di lingkungan Tel al-Hawa di Kota Gaza, seorang wanita hamil, bernama Reema Telbani, dan anaknya tewas dalam serangan Israel di rumah mereka. Sepasang lansia di lingkungan Sheikh Zayed di Gaza juga terpaksa dimakamkan di bawah reruntuhan kediaman mereka, setelah serangan Israel meluncur misilnya ke pemukiman warga.[]