Kenapa Harus Kurban? Ini Urgensinya

Selain bentuk syukur, ibadah kurban juga sebagai pintu mendekatkan diri dan bentuk takwa kepada Allah SWT.

urgensi kurban
Ilustrasi. Warga pengungsian di Palu sedang mencacah daging kurban dari dermawan dalam momen kurban tahun 2019. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Dalam Al-Qur’an, Allah SWT beberapa kali menyebutkan tentang berkurban. Di dalam surat Al-Kautsar misalnya:

“(1) Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. (2) Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!. (3) Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." 

Berkurban memang ibadah yang istimewa. Selain dalam surat Al-Kautsar, Allah juga menyebut tentang berkurban dalam surat lain di dalam Al-Qur’an.

Namun, mengapa berkurban begitu istimewa? Sampai-sampai disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur’an. Menjawab pertanyaan ini, ACTNews mendapatkan jawabannya dari Ustaz Zulfikarullah ketika melakukan siaran melalui ACT TV beberapa waktu lalu.

Pintu mendekatkan diri kepada Allah

Menurut Ustaz Zulfikarullah, daging dan darah sembelihan (hewan kurban) tidak sedikitpun sampai kepada Allah SWT. Tetapi, yang sampai kepada-Nya adalah keikhlasan dalam melaksanakan ibadah kurban.

"Ikhlas (berkurban) itu artinya memilih yang paling baik (hewan kurbannya), jadi bukan sekadar hanya gugurin kewajiban. Ikhlas adalah salah satu pintu mendekatkan diri dengan Allah," kata Ustaz Zulfikar. 

Bentuk sikap patuh dan taat kepada Allah

Karena kurban adalah perintah Allah SWT, maka dengan melaksanakannya, umat Islam telah mematuhi perintah-Nya. Dalam Al-Qur’an, tambah Ustaz Zulfikarullah, Allah telah berfirman di dalam surat Al-Hajj ayat 34. 

"Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserah dirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah)." 

Siapakah orang yang taat? lanjut Ustaz Zulfikar, yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, hati mereka bergetar, sabar atas ujian Allah, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka. “Salah satunya adalah dengan berkurban," jelasnya.[]