Kenapa Sebaiknya Berzakat melalui Lembaga Amil Zakat?

Selain merupakan perintah Allah, ada beberapa alasan mengapa peran lembaga amil zakat begitu penting dalam menjaga dan mengembangkan dana zakat.

amil zakat
Ilustrasi. Melalui amil zakat, dana-dana zakat dapat diwujudkan menjadi program-program terbaik yang memenuhi kebutuhan penerima manfaat. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Saat ini begitu banyak lembaga yang siap menampung zakat Bahkan di antaranya, memberikan kemudahan melalui teknologi digital. Para muzaki hanya perlu mengakses telepon genggam untuk menunaikan zakat. Mereka inilah yang disebut sebagai amil.

Seberapa penting sebenarnya peran amil dalam menunaikan zakat? Ustaz Bobby Herwibowo mengungkapkan ada lima poin penting tentang sebaiknya mengamanahkan zakat lewat lembaga amil zakat. Pesan itu disampaikan Ustaz Boby dalam diskusi virtual berjudul “Bincang Zakat" dari Global Zakat-ACT, pertengahan Februari lalu.

Ustaz Bobby menjelaskan, poin pertama tentu karena zakat merupakan perintah Allah. “Kalau Anda salat, tidak perlu bilang ke siapa-siapa, Anda salat sendiri, sah. Tetapi kalau zakat, Allah sudah angkat amil, sebuah profesi yang disebut di dalam Al-Qur’an,” ucap Ustaz Bobby merujuk pada Al-Qur’an surat 9 ayat 60, dan surat 9 ayat 103.

Selanjutnya amil zakat menjadi penting untuk menjaga harta zakat. Ustaz Bobby mencontohkan bila berzakat langsung kepada seorang yang sakit, maka zakat itu hanya dapat tertunaikan sekali saja.

Tetapi bila dikumpulkan melalui lembaga amil zakat, masyarakat lain dapat menikmati program mereka yang berbentuk seperti rumah sakit atau klinik, yang bisa bermanfaat lebih luas lagi. Amil zakat juga dapat menjaga keberlanjutan harta tersebut, dan menjaga produktivitas dana.

Keberadaan amil zakat dapat menjaga keikhlasan orang yang menunaikan. Menurut Ustaz Bobby, boleh memang menunaikan zakat langsung kepada penerima manfaat, bahkan beberapa pendapat mengatakan boleh menyebut terang-terangan zakat yang dilakukan kepada orang lain. Tetapi alangkah lebih baik, untuk menjaga keikhlasan tersebut dengan mengamanahkannya lewat amil.

Terakhir menurut Ustaz Bobby, kehadiran amil zakat juga dapat menjaga martabat para penerima manfaat. Sebab bagaimana pun penerima manfaat membutuhkan bantuan, mereka juga masih memiliki harga diri. “Apalagi kalau sampai dipermalukan, harus antre berjam-jam. Bahkan naudzubilah, pernah ada kejadian di Indonesia ini sampai mati terinjak-injak (karena antrean zakat),” ujar Ustaz Bobby.

Sementara di tangan amil zakat yang pengelolaannya profesional, dana-dana ini akan tersalurkan dalam wujud program-program terbaik untuk para penerima manfaat. Ustaz Bobby mencontohkan, sebagai amil zakat, Global Zakat-ACT menyalurkan dana zakat untuk program perahu untuk nelayan, rumah sakit, bahkan sekolah-sekolah di tepian negeri seperti yang diimplementasikan oleh Global Zakat-ACT.

“Zakat yang meski cuma 2,5 persen, punya impact yang luar biasa dahsyat kalau dikelola secara profesional, secara amanah, dan mengikuti apa yang Allah inginkan dan Rasulullah SAW ajarkan,” jelas Ustaz Bobby.[]