Kenapa Zakat Fitrah saat Pandemi Harus Segera Ditunaikan?

“Keadaan sekarang banyak orang yang kehilangan pekerjaan serta pendapatannya berkurang. Untuk itu, zakat fitrah bisa ditunaikan segera demi kemaslahatan. Sebab masyarakat prasejahtera untuk makan tak bisa menunggu hingga hari raya tiba,” jelas Amir Faishol Fath.

Penyintas banjir di Kupang sedang menyantap makanan di depan rumahnya. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)
Ilustrasi. Penyintas banjir di Kupang sedang menyantap makanan di depan rumahnya. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA — Ramadan 2021  merupakan Ramadan kedua bagi umat muslim menjalani ibadah puasa dalam kondisi pandemi Covid-19. Selain ibadah puasa, umat Islam juga diperintahkan membayar zakat fitrah saat Ramadan ini. Lalu bagaimana pembayaran zakat fitrah saat Ramadan dalam kondisi pandemi?

Majelis Ulama Indonesia tahun lalu mengeluarkan fatwa No. 23 tentang “Pemanfaatan Harta Zakat, Infak, Dan Shadaqah Untuk Penanggulangan Wabah Covid-19 Dan Dampaknya”. Dalam fatwa dinyatakan bahwa zakat fitrah boleh ditunaikan dan disalurkan sejak awal Ramadan tanpa harus menunggu malam Idulfitri. Sampai saat ini fatwa tersebut masih digunakan dan belum dicabut.

Tentang fatwa tersebut, Ustaz Amir Faishol Fath di sela-sela kunjungannya ke kantor Aksi Cepat Tanggap pernah menjelaskan,  Nabi Muhammad memperbolehkan untuk berzakat di awal Ramadan atau sebelum haul (untuk zakat maal) karena kebutuhan masyarakat mendesak saat ada wabah Covid-19. Jadi, berzakat segera saat Ramadan ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan jiwa manusia dari kelaparan.

“Keadaan sekarang banyak orang yang kehilangan pekerjaan serta pendapatannya berkurang. Untuk itu, zakat fitrah bisa ditunaikan segera demi kemaslahatan. Sebab masyarakat prasejahtera untuk makan tak bisa menunggu hingga hari raya tiba,” jelas Amir, pada tahun lalu.

Penjelasan Ustaz Amir sejalan dengan fakta data Badan Pusat Statistik tentang jumlah kemiskinan di Indonesia yang meningkat. Di mana pada September 2020 orang prasejahtera mencapai 27,55 juta atau 10,19 persen, meningkat 0,41 persen atau 1,13 juta dibanding Maret 2020. 

Untuk itu Global Zakat-ACT mengajak para muzaki agar segera menunaikan zakat fitrah sehingga warga prasejahtera, para pengungsi, dai, guru, marbut, pekerja lepas, dan warga yang membutuhkan lainnya di seluruh nusantara bisa segera menikmati pangan yang bergizi dari zakat fitrah yang muzaki tunaikan.[]