Kepala Sering Pusing? Simak Penjelasan Dokter Alifa

Anda sering mengalami pusing? Namun sering menganggap hal tersebut sepele? Sekarang saatnya mulai waspada. Simak penjelasan Tim Humanity Medical Services ACT dr. Alifa Astuti.

sakit kepala
Tim Humanity Medical Services ACT dr. Alifa Astuti. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, JAKARTA Anda sering mengalami pusing? Namun sering menganggap hal tersebut sepele? Sekarang saatnya mulai waspada, karena bisa jadi itu adalah tanda dari penyakit anemia. ACTNews berkesempatan menemui Tim Humanity Medical Services ACT Dokter Alifa Astuti untuk membahas seputar anemia.

Penyakit anemia terjadi saat adanya penurunan massa sel darah dalam tubuh. Padahal, sel darah merah memiliki peranan sangat penting untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. 

"Sel darah merah ini mengandung protein yang disebut hemoglobin. Hemoglobin banyak mengandung zat besi yang ada di dalam sel darah merah dan bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Maka dari itu, penting bagi kita meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah," jelas Alifa, pada Kamis (2/12/2021).

Alifa menjelaskan, di saat kadar hemoglobin menurun dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, sesak nafas, pusing yang berulang, kelemahan otot, jantung berdetak cepat dan tidak teratur, kulit dan gusi pucat, serta memar pada badan.

"Anemia memang lebih banyak terjadi pada wanita dibanding pria, dikarenakan pada wanita adanya fase kehamilan dan menstruasi. Namun, setiap individu juga berisiko terkena anemia dan harus tetap menjaga kestabilan hemoglobin dalam darah," tambahnya.

Dokter Alifa pun memberikan beberapa cara untuk meningkatkan hemoglobin dalam tubuh. Berikut ini, ACTNews merangkumnya:

Meningkatkan asupan zat besi 

Seseorang dengan kadar hemoglobin yang berkurang dapat meningkatkan makanan yang kaya akan zat besi. Seperti daging, ikan, produk kedelai (tahu, tempe, edamame), telur, brokoli, sayur berdaun hijau, buah delima, buah bit, kacang hijau, dan kacang-kacangan. Perlu diperhatikan juga untuk penyerapan zat besinya. Makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, stroberi, lemon, tomat, paprika, dan bluberi pun sangat penting. Bisa juga dengan mengonsumsi makanan bervitamin A, yakni ikan, labu, ubi jalar, kangkung, sawi, wortel, melon, dan semangka.

Meningkatkan asupan asam folat

Adapun untuk meningkatkan asupan asam folat bisa didapat dengan mengonsumi daging sapi, hati ayam, hati sapi, bayam, brokoli, selada, tauge, pisang, alpukat dan kacang-kacangan (kacang polong dan kacang merah).

Alifa menambahkan,  jika kadar hemoglobin tetap rendah maka harus segera konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini pun dilakukan untuk tetap menjaga kadar hemoglobin terkendali dengan melakukan pemeriksaan secara berkala setiap tiga bulan.[]