Kepedulian Dermawan Indonesia Rangkul Diaspora Uighur di Musim Dingin

Bantuan kemanusiaan merupakan wujud dukungan dan kepedulian masyarakat Indonesia kepada minoritas Uighur atas represi yang mereka terima. Desember ini, Aksi Cepat Tanggap kembali mengirimkan bantuan berupa bahan bakar bagi diaspora Uighur di Kayseri, Turki, untuk menghadapi musim dingin.

Kepedulian Dermawan Indonesia Rangkul Diaspora Uighur di Musim Dingin' photo
Bantuan kemanusiaan berupa bahan bakar disuplai Aksi Cepat Tanggap untuk diaspora Uighur di Kayseri, Turki, yang hidup prasejahtera. (ACTNews)

ACTNews, KAYSERI – Suhu beku menyelimuti wilayah Kayseri, Turki, Desember ini. Hampir sebagian besar warga telah mempersiapkan diri memasuki musim dingin, namun tidak semudah itu bagi sejumlah diaspora Uighur di Turki.

Sejumlah keluarga Uighur di Turki hidup dalam keterbatasan. Mereka adalah generasi yang kakek-neneknya keluar dari wilayah Cina. Sebagian dari mereka hidup anak-anak yatim dan keluarga prasejahtera. Bantuan kemanusiaan pun terus disalurkan sebagai bentuk dukungan dari dermawan Indonesia untuk diaspora Uighur di Turki yang sangat membutuhkan.

“Enam ton bantuan bahan bakar kami didistribusikan untuk puluhan keluarga Uighur yang menghadapi musim dingin. Di Turki, suhu pada malam hari mencapai minus lima hingga sepuluh derajat Celcius,” terang Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap, Ahad (22/12). Bantuan bahan bakar diterima 360 penerima manfaat pada Jumat (20/12) dan Sabtu (21/12) lalu.

Tidak berhenti sampai di situ, Firdaus menerangkan, enam ton bantuan bahan bakar akan dilanjutkan dengan pemberian minimal lima ton bantuan pangan kepada pengungsi Uighur. “Secara total, belasan ton akan tersalurkan pada periode musim dingin Desember ini,” kata Firdaus. Bantuan pangan, khususnya tepung roti menjadi bantuan yang diberikan paling utama untuk keluarga Uighur di Anatolia, Turki.

Sejak tahun 2017, ACT sudah membantu diaspora Uighur yang menjadi diaspora di Turki, Uzbekistan, dan Kazakhstan. ACT berharap, dukungan untuk Uighur terus disuarakan masyarakat berbagai latar belakang untuk menghentikan diskriminasi atas keyakinan yang mereka hadapi hari ini.[]


Bagikan