Kepedulian Grab Indonesia Ringankan Beban Korban Gempa Maluku

Bantuan secara resmi diserahkan oleh Grab Indonesia pada Rabu (13/11), bertempat di Desa Liang dan Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepedulian Grab Indonesia Ringankan Beban Korban Gempa Maluku' photo
Keceriaan pengungsi anak di Maluku Tengah saat menerima makanan siap santap. (ACTNews/Rofiq)

ACTNews, MALUKU TENGAH - Pemulihan pascabencana gempa di Maluku terus berlangsung. ACT bersama mitra dermawan senantiasa berkolaborasi untuk membantu pemulihan bagi warga terdampak gempa di Maluku. Kali ini ACT berkolaborasi dengan Grab Indonesia, yang menyediakan beragam kebutuhan pangan dan air bersih untuk warga Maluku yang masih mengungsi.

Bantuan secara resmi diserahkan oleh Grab Indonesia pada Rabu (13/11), bertempat di Desa Liang dan Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Bantuan yang diberikan antara lain kebutuhan pangan Dapur Umum ACT di Desa Liang, paket pangan untuk warga terdampak di Desa Waai, dan suplai air bersih untuk warga Desa Liang dan Desa Waai.

Yuri Nicholast selaku PIC Emerging Grab Ambon mengatakan, kolaborasi kemanusiaan bersama ACT untuk pemulihan Maluku merupakan bentuk kepedulian karyawan, mitra, dan pelanggan Grab Indonesia. “Kolaborasi ini hadir atas kedermawanan komunitas kami, yaitu karyawan, mitra, dan pelanggan Grab. Semoga upaya kami dapat membantu korban terdampak gempa dan bangkit bersama di masa pemulihan ini,” terang Yuri.

Penggalangan dana dilakukan melalui aplikasi Grab Indonesia. Melalui teknologi GrabRewards di aplikasi, Grab menyatukan komunitas untuk bisa berbagi melalui penukaran poin selama dua pekan. Dalam kurun waktu tersebut, donasi yang terkumpul sebesar Rp 161 juta. “Seluruh donasi yang terkumpul kami percayakan untuk disalurkan melalui ACT dan jaringannya yang sudah tersebar di berbagai daerah, salah satunya adalah Ambon,” imbuh Yuri.

Gempa susulan yang masih terjadi di Maluku menggerakkan komunitas Grab untuk fokus memberi bantuan pokok bagi warga yang masih mengungsi. Ini dimaksudkan agar para pengungsi tetap mendapatkan pasokan bahan pangan, makanan siap santap melalui Dapur Umum ACT, dan air bersih.


Keceriaan pengungsi anak di Maluku Tengah saat menerima makanan siap santap. (ACTNews/Rofiq)

Bantuan hasil kedermawanan Grab Indonesia akan memenuhi kebutuhan pokok sekitar 4.100 pengungsi selama sebulan. “Kami sudah distribusikan paket pangan untuk pengungsi, juga menyuplai kebutuhan Dapur Umum untuk pengungsi selama sepekan. Lalu untuk bantuan air bersih juga akan disuplai selama sebulan. Bantuan pangan dan air bersih ini sekiranya menjangkau 4.100 pengungsi,” imbuh Yuri.

Keterlibatan Grab Indonesia dalam aksi-aksi kemanusiaan bersama ACT bukanlah yang pertama kalinya. Kolaborasi kemanusiaan untuk menggalang bantuan untuk korban bencana kali ini merupakan ketiga kalinya. Kerja sama untuk aksi kemanusiaan Grab Indonesia fokuskan kepada mobilitas, kesehatan, dan penanganan trauma bagi warga terdampak.

Karina Yusmaniar dari Tim Kemitraan ACT mengapresiasi kepedulian Grab Indonesia dan komunitas yang ada di dalamnya. “Selasa (12/11) malam lalu saja Maluku kembali diguncang gempa, kekuatannya M5,1. Pengungsi pun masih enggan kembali ke rumah mereka karena khawatir gempa susulan. Selama di pengungsian, mereka membutuhkan pangan dan air bersih. Alhamdulillah, kebaikan Grab Indonesia sangat membantu saudara-saudara kita di Maluku. Semoga kolaborasi yang terjalin antara Grab Indonesia dengan  ACT memberikan manfaat seluas-luasnya bagi para korban bencana gempa Maluku,” pungkas Karina. []

Bagikan