Kepedulian Rabbani Bantu Palestina Hadapi Krisis Kemanusiaan Terberat

Rabbani bersama ACT akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina yang hingga kini masih dirundung konflik kemanusiaan.

Kepedulian Rabbani Bantu Palestina Hadapi Krisis Kemanusiaan Terberat' photo
Fauzi Baadila menceritakan pengalamannya mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Suriah di acara gelar wicara "Solidaritas Rabbani untuk Palestina dan Kemanusiaan Bersama ACT" pada Rabu (22/7). (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG – Krisis ekonomi terberat sedang dihadapi Palestina. Konflik puluhan tahun ditambah krisis ekonomi global akibat pandemi Covid-19 menambah penderitaan warga Palestina. Saat ini, Palestina masih harus berkutat dengan setengah populasinya yang terancam kelaparan akibat blokade Israel yang terus-menerus. Bantuan untuk warga Bumi Syam tersebut masih tergolong minim. Ratusan penduduk masih memerlukan bantuan untuk bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu. 

Sama seperti kebanyakan negara yang bertahan dari segi ekonomi dan sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19, Palestina juga berjibaku melindungi warganya. Sebelum adanya pandemi Covid-19, jutaan warga Palestina hidup serba terbatas. Krisis air bersih dan listik, dan kekurangan kebutuhan pangan menimpa  warganya. Adanya Covid-19 memperpuruk krisis yang mereka alami. 

“Serangan ke rakyat Palestina telah berlangsung lama. Sejak itu pula, ACT berkomitmen mengirimkan bantuan kemanusiaan secara reguler kepada rakyat Palestina. Di tengah kondisi ini, saatnya kita ambil peran sebagai bangsa penolong, sebagai umat muslim yang peduli terhadap suadaranya,” papar Presiden ACT Ibnu Khajar, Rabu (22/7). 

Kepedulian untuk Palestina ini didukung oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya Rabbani, produsen baju muslim asal Indonesia, yang menyambung silaturahmi dengan para penduduk Bumi Syam lewat bantuan kemanusiaannya. Palestina merupakan negara penuh berkah di mana tempat risalah banyak diturunkan. Karena kemuliaan Palestina sebagai bagian dari Bumi Syam, Allah memilihnya sebagai tempat hijrah Nabi Ibrahim, tempat kelahiran Nabi Isa, dan tempat Isranya Nabi Muhammad. Keistimewaan ini membuat Rabbani tergerak untuk menolong sauadara di Palestina. 

“Kemanusiaan tidak pernah mengenal tempat, waktu, dan batas negara. Dengan melihat kondisi Palestina sekarang ini, kami ingin menyampaikan kasih saying dan kepedulian kami kepada warga Palestina. Selain itu, kita sebagai bangsa Indonesia sangat  berutang budi dengan bangsa Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” papar H. Nandang Rabbani selaku Direktur Sales & Marketing Rabbani 

Bantuan kemanusiaan yang dihimpun akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam bentuk makanan siap santap Humanity Food Truck Palestina dan Sumur Wakaf Palestina. Lewat acara bertajuk “Solidaritas Rabbani untuk Palestina bersama ACT”, kolaborasi kemanusiaan ini diharapkan mampu meringankan krisis ekonomi yang melanda Palestina. Pembeli setia Rabbani juga berkesempatan untuk ikut serta dalam program Solidaritas Rabbani untuk Palestina dengan cara donasi langsung atau melalui pembelian produk.

Kolaborasi ACT dan Rabbani turut didukung Fauzi Baadilla. Kecintaannya pada kebaikan hati warga Bumi Syam membuat Fauzi tidak gentar untuk menginjakan kaki di sana. Rencananya, Fauzi pun akan ikut menyalurkan bantuan Rabbani dan ACT pada bulan September atau Oktober mendatang. Ia pun berbagi pengalaman saat didaulat untuk membawa bantuan bagi pengusngi Suriah beberapa tahun silam. Hatinya terenyuh ketika menerima langsung ucapan syukur pengungsi Suriah, yang berkali-kali mendoakan orang-orang Indonesia atas. 

“Bahkan berkali-kali disebut. Itu salah satu hal yang menggores hati saya. Mereka khusus mendoakan orang Indonesia yang membantu mereka. Dapat salam dari saudara-saudara kita di Idlib, dari anak-anak kecil, orang dewasa, salam buat Indonesia,” kata Fauzi penuh semangat. 

Saat amanah kepedulian dari Rabbani dan pembeli setianya didistribusikan, Palestina diperkirakan sedang memasuki awal muslim dingin. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan warga Palestina menghadapi musim dingin tanpa pesiapan dan persediaan makanan. “Bantuan Rabbani yang akan kami salurkan berbentuk paket pangan tentunya sangat berarti bagi warga Palestina dalam menghadapi musim dingin. Seperti laporan yang kami temui, kebanyakan dari mereka tinggal di tenda yang tidak layak dan tidak memiliki makanan untuk dimakan,” imbuh Ibnu. []


Bagikan