Kepedulian Sapa Keluarga Herman yang Tinggal di Gerobak

Herman dan keluarganya sudah 20 tahun bekerja sebagai pemulung. Mereka hidup berpindah-pindah, gerobak menjadi satu-satunya tempat mereka bernaung.

Kepedulian Sapa Keluarga Herman yang Tinggal di Gerobak' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Tim Mobile Social Rescue (MSR) - ACT Tasikmalaya mengunjungi Herman (55) dan keluarganya untuk menyerahkan santunan kebutuhan sehari-hari, Senin (9/10). Mereka merupakan keluarga pemulung yang tidak memiliki hunian layak. Satu-satunya hunian mereka adalah gerobak yang mereka gunakan untuk menampung barang bekas. 

Herman dan keluarga sudah 20 tahun bekerja sebagai pemulung. Sebelumnya ia pernah bekerja sebagai pramusaji dan sebagai buruh pabrik. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan, Herman memutuskan untuk bekerja secara mandiri. Namun, modal tak kunjung ia miliki dan akhirnya akhirnya ia dan keluarganya bekerja sebagai pemulung. Ketiga anak Herman yang masih kecil ikut bekerja di jalanan sebagai pemulung barang bekas.

Mereka berangkat dan mulai bekerja dari jam lima sore sampai jam satu malam. Angin malam dan hujan kerap jadi teman setiap harinya bagi mereka. Upah yang didapatkan pun tidak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan mereka saja.

Fauzi dari Tim MSR-ACT Tasikmalaya mengatakan, santunan yang diberikan kepada Herman dan keluarga diharapkan dapat meringankan beban mereka. Untuk ke depannya akan ada bantuan pemberdayaan agar keluarga Herman hidup lebih layak. “Semoga bantuan yang disampaikan bisa membantu kebutuhan sehari-hari Bapak Herman dan keluarganya, ” ungkap Fauzi.

Dilingkupi rasa haru, Herman mengucapkan terima kasih dan melantunkan doa untuk para dermawan ACT. “Terima kasih banyak, mudah-mudahan pada sehat semua,” ungkap Herman. []

Bagikan