Kepedulian yang Terus Mengalir Kala Pandemi

Cak Tho, bergitu panggilan akrab pengusaha asal Surabaya yang di kala pandemi ini bisnisnya tak terdampak besar. Syukur terus ia panjatkan, dan salah satu bentuk nyatanya dengan bersedekah serta membantu usaha kecil lain.

Masito, saat ditemui oleh tim ACT Jatim. Ia merupakan pengusaha yang tak berhenti berderma di tengah pandemi. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA Marsito (50) namanya, atau yang akrab dipanggil Cak Tho. Pria kelahiran Surabaya ini sekarang sedang menekuni usaha sebagai agen penjualan makanan dan minuman kemasan. Tokonya ada di Jalan Raya Lidah Kulon, Surabaya. Usaha ini diakuinya sebagai usaha turun-temurun karena sebelumnya dijalankan oleh sang kakak. Bertahun-tahun berjalan, dan kini ada pandemi Covid-19, Cak Tho mengaku, dampaknya tak terlalu besar pada bisnisnya. Syukur pun selalu ia panjatkan.

Salah satu wujud syukur Marsito atas lancarnya usaha di tengah pandemi dilakukan dengan cara bersedekah. Ia tak segan membantu teman atau warga di sekitar tempat tinggalnya di masa serba sulit seperti sekarang ini. Cak Tho hanya berharap, setiap orang yang ia bantu mampu mengemban amanah, tetap berikhtiar dalam usaha dan tetap teguh dalam pendirian walau usaha yang dibukanya hanya warung kopi.

“Bagi saya, usaha apapun kalau mengelolanya benar dan serius, pasti akan jalan,” harap Marsito kepada setiap orang yang ia bantu dalam menjalankan usaha, Selasa (6/10).

Cak Tho pun tak segan memberikan pendampingan ke pelaku usaha yang ia bantu. Pendampingan tersebut dalam bentuk memberikan pelatihan manajemen keuangan hingga pemasaran. Ia pun selalu memberikan tips dan trik kepada setiap pelau usaha agar mendapatkan keuntungan, minimal tidak mengalami kerugian.

Sebagai pengusaha, Marsito menanggapi hadirnya program Wakaf Modal Usaha Mikro sebagai solusi di kala pandemi seperti sekarang ini. Apalagi dengan melibatkan masjid, tentunya, sisi yang dihadirkan tak semata mengejar harta, tapi juga tetap teguh di jalan agama.

“Saya yakin ini (program Wakaf Modal Usaha Mikro) akan meningkatkan perekonomian umat dan insyaAllah akan menjadi keberkahan karena diawali dari masjid,” ungkap Cak Tho yang mendukung penuh program dari Global Wakaf-ACT ini.

Di Surabaya, Program Wakaf Modal Usaha Mikro telah dinikmati oleh para pelaku usaha yang saat ini mengalami dampak pandemi. Berkolaborasi dengan beberapa dewan kemakmuran masjid, harapannya, ekonomi masyarakat dapat kembali bangkit dengan melibatkan peran masjid. “Program Wakaf Modal Usaha Mikro ini tak akan berjalan baik tanpa hadirnya dermawan,” jelas Mashudi dari tim Program ACT Jawa Timur.[]