Kepulangan Masyarakat Bima Disambut Bupati

Para penyintas konflik sosial Wamena secara khusus mereka menyampaikan pemintaan kepada Bupati Bima agar sekiranya mereka diberikan kemudahan dalam pengurusan data diri di Dukcapil dan Kemudahan sekolah anak-anak mereka.

Masyarakat Bima pengungsi Wamena tiba di Kabupaten Bima. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Bima dan Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat. (ACTNews/Adi Achmad)

ACTNews, KABUPATEN BIMA – Sejumlah penyintas tragedi kemanusiaan Wamena, Papua, asal Bima, Nusa Tenggara Barat mendarat di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Ahad (6/10) siang. Penyintas asal Bima yang berjumlah 50 orang ini disambut langsung oleh Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri bersama Kepala dinas sosial kabupaten Bima dan perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diwakili oleh relawan MRI ACT Bima Raya.

Sebagian besar penyintas berprofesi sebagai tenaga kontrak pemerintah daerah dan pengusaha. Sesampai di bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, para penyintas konflik Wamena langsung mendapatkan pelayanan medis.

Perjalanan pulang para penyintas dari bandara menuju ke rumah keluarga difasilitasi oleh MRI – ACT Bima raya yang berkolaborasi dengan Pemkab Bima dan Dinas Sosial yang merupakan garda terdepan dari pemulangan warga NTB dari konflik kemanusiaan Wamena. Tak kurang dari 16 Mobil yang disiapkan siang itu untuk mengantar para penyintas.

Para penyintas secara khusus menyampaikan permintaan kepada Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri untuk diberikan kemudahan dalam pengurusan data diri di Dukcapil, sekolah anak-anak dan lapangan pekerjaan baru bagi mereka untuk menjalani hidup setelah yang mereka alami.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian  menjelaskan, saat ini ACT sedang berfokus pada isu pemulangan pengungsi rantau dari Wamena. ACT saat ini sedang menggalang kepedulian dermawan untuk membantu biaya kepulangan penyintas kemanusiaan Wamena. “Di NTB, kami siap mengantar para penyintas dari bandara hingga sampai rumahnya masing-masing,” kata Alfian.

Senin (7/10) lalu 25 orang pengungsi juga dipulangkan dari Wamena menuju Bima. Total jumlah penyintas yang telah dipulangkan berjumlah 83 orang dari 139 orang warga NTB yang terdata di lokasi pengungsian di Distrik Sentani Jayapura. Sehari sebelumnya, delapan orang asal Lombok Timur dan Lombok Tengah tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid.[]