Kepungan Banjir Menjelang Akhir Tahun

Selain wilayah Sumatra Utara, sejumlah kota di Jawa Tengah dan Banten juga dilanda banjir. Perlu ada upaya respons cepat untuk membantu para korban.

Kepungan Banjir Menjelang Akhir Tahun' photo
Tim Tanggap Darurat MRI-ACT sedang mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kota Medan. Banjir ini melanda nyaris semua daratan yang berbatasan dengan aliran Sungai Deli, Jumat (4/12). (ACTNews)

ACTNews, MEDAN, BANYUMAS, CILACAP – Menjelang akhir dan awal tahun, di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengancam, beberapa wilayah Indonesia kembali dilanda banjir. Dari data yang ACTNews peroleh, saat ini banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, salah satunya Medan. Ibu Kota Provinsi itu dilanda banjir dengan ketinggian yang beragam, bahkan ada yang mencapai atap rumah warga.

“Sejak pagi hari, tim Tanggap Darurat MRI-ACT serta armada dan perahu karet telah kami kirimkan ke lokasi terdampak banjir. Aksi ini dilakukan untuk mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Saat ini warga membutuhkan bantuan darurat,” jelas Sakti Wibowo dari Tim Program ACT Sumatra Utara, Jumat (4/12).

Salah satu titik banjir di Medan yang cukup parah ada di Gang Merdeka, Jalan Katamso, Kecamatan Medan Maimun. Banjir telah terjadi sejak Kamis (3/12) malam dengan ketinggian setinggi atap rumah. Menurut warga, ini merupakan banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum di Medan, banjir juga merendam sejumlah wilayah di Jawa Tengah, salah satunya Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Banjir akibat tanggul sungai yang jebol itu mengakibatkan 963 rumah warga di empat desa terendam. Banjir juga dipicu hujan deras yang mengguyur dalam waktu yang cukup lama.

Selain Cilacap, banjir juga merendam wilayah Banyumas, tepatnya di Kecamatan Somagede. “Di lokasi ini kira-kira seribu rumah terendam. Warganya kini menantikan bantuan kemanusiaan,” ungkap Rama Fardian dari tim ACT Purwokerto, Jumat (4/12).

Sembari bergerak, Aksi Cepat Tanggap telah mengirimkan bantuan awal dan tim tanggap darurat untuk melakukan evakuasi dan asesmen awal. Bantuan yang tersalurkan berasal dari dana yang dermawan salurkan melalui ACT. “ACT terus membuka kesempatan masyarakat untuk bisa mengambil bagian untuk membantu warga terdampak bencana melalui laman resmi Indonesia Dermawan,” ujar Rama.[]

Bagikan

Terpopuler