Kerap Kehabisan Modal, Sutami Jatuh Bangun Menjalani Usaha

Sejak tahun 2000, usaha yang digeluti Sutami mengalami jatuh bangun lantaran kehabisan modal. Meski jatuh berkali-kali, Sutami tidak menyerah dan bertahan membuka usaha.

usaha sutami
Sutami (kanan) saat sedang melayani pembeli. (ACTNews)

ACTNews, PURWOREJO – Sejak tahun 2000, usaha Sutami (50) jatuh bangun. Mulai dari berjualan makanan ringan di kantin sekolah hingga membuka warung kelontong. Namun usaha-usaha tersebut bangkrut, lantaran kehabisan modal. 

Modal harus digunakan untuk membiayai keempat anaknya sekolah. Sang suami juga tidak bisa membantu banyak, lantaran terkena PHK. Hingga kini belum dapat kerja dan membantu berjualan. 

Di tahun 2008, keahlian membuat kue getuk dan aneka macam gorengan dimanfaatkan Sutami untuk mencari pemasukan. Meski keuntungannya tidak terlalu besar, namun Sutami bertahan berjualan hingga sekarang.

“Jualannya sekarang di pasar. Sekarang yang penting balik modal dan cukup untuk makan hari ini. Besoknya bagaimana? Yakin ada rezeki, yang penting berusaha,” ujar Sutami, Kamis (30/9/2021). 

Namun, usaha jual kue getuk dan aneka gorengan Sutami harus terhenti. Lantaran Sutami sekeluarga terkena Covid-19 dan harus isolasi mandiri selama 1 bulan lebih. Modal dan uang yang ada habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani isolasi. 

Melalui program Wakaf UMKM, Global Wakaf-ACT membantu Sutami menghidupkan kembali usahanya. Tak hanya menghidupkan kembali, melalui program tersebut, diharapkan Sutami bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.[]