Kerawanan Pangan Diprediksi Meningkat pada 2022

Imbas konflik yang meningkat dan pengurangan bantuan internasional, kasus kerawanan pangan di Yaman diperkirakan melonjak pada 2022.

kerawanan pangan yaman
Kelaparan di Yaman. (WFP/Mohammed Awadh)

ACTNews, YAMAN – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan kerawanan pangan di Yaman berpotensi meningkat 5 juta kasus pada 2022. Menurut PBB, salah satu penyebabnya adalah bantuan kemanusiaan yang mulai berkurang.

Ali al-Dahab, seorang peneliti Yaman dan analis urusan militer memperkirakan, Yaman akan mengalami lebih banyak operasi militer pada tahun 2022. Hal ini berpotensi menyebabkan lebih banyak komplikasi pada situasi krisis kemanusiaan yang saat ini membelenggu negara seluas 555 ribu kilometer persegi tersebut.

Sementara itu, berdasarkan laporan tahunan badan anak PBB, UNICEF, yang dirilis pada akhir 2021 lalu, konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 7 tahun telah menyebabkan 70 persen populasi di Yaman, termasuk 11,3 juta anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Laporan itu lebih lanjut mengatakan bahwa konflik sangat berdampak pada kesehatan dan gizi anak-anak. Diperkirakan, sebanyak 2,3 juta anak-anak di Yaman mengalami kekurangan gizi akut. Hal ini pun diperparah karena nilai mata uang Yaman–Rial kian anjlok, membuat harga pangan dan obat-obat menjadi sangat mahal dan sulit dijangkau.[]