Kerawanan Pangan Mengancam Separuh Penduduk Gaza

Program Pangan Dunia (WHO) menyebutkan 68,5% penduduk di Jalur Gaza mengalami kerawanan pangan. Mereka amat kekurangan gizi, terutama vitamin dan mineral yang penting.

Kerawanan Pangan Mengancam Separuh Penduduk Gaza' photo
Keluarga prasejahtera di Gaza menerima bantuan pangan Indonesia Humanitarian Center dari Aksi Cepat Tanggap, Senin (10/2). (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Raed Eid Hamouda begitu bersyukur membopong dus putih berisi makanan. Paket pangan itu baru saja diantar dari Indonesia Humanitarian Center yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap. Pekan ini seribu paket pangan kembali dibagikan kepada masyarakat Palestina di Gaza.

“Kami berterima kasih kepada ACT di Indonesia. Kami berdoa agar Allah membalas kebaikan mereka,” kata warga Gaza asal Jabalia itu. Raed aalah salah satu warga prasejahtera di Palestina dengan 20 anggota keluarga.

Syukur juga dirasakan Samah Naser Alraey, seorang ibu yang harus menjadi tulang punggung delapan anggota keluarga. Suami Samah mengalami sakit hingga tidak dapat lagi bekerja. Di sisi lain, rumahnya tidak layak ditinggali dan membutuhkan perbaikan. “Saya berterima kasih kepada ACT sudah membantu kami dengan paket pangan. Kami berharap para dermawan tetap mendukung saya dan anak-anak,” ungkap Samah.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT melaporkan, distribusi paket pangan IHC ini merupakan bantuan dari sejumlah mitra, antara lain Kitabisa dan Unit Pengumpulan Zakat Alhasanah. “Waktu Implementasi sejak 5 sampai 13 Februari 2020 dengan jumlah penerima manfaat seribu keluarga,” kata Faradiba.

Program Pangan Dunia melaporkan, kemiskinan dan kerawanan pangan mempengaruhi  68,5% dari populasi di Gaza. Di Palestina, konflik berkepanjangan yang sedang berlangsung menyebabkan stagnasi ekonomi dan sulitnya akses sumber daya. Dengan hampir sepertiga populasi atau mencapai 1,6 juta orang tidak memiliki sarana untuk membeli makanan bergizi.[]



Bagikan