Kerelaan Ustaz Ahmad Muzammil Mengajar Ngaji di Pelosok Dusun

Banyak ustaz di kampung-kampung mengajar ngaji anak-anak tanpa bayaran alias probono, seperti Ustaz Ahmad Muzammil. Semangat mengajar Ustaz Ahmad Muzammil dipicu kebahagiaan saat melihat anak didiknya semangat dalam menuntut ilmu.

ahmad muzammil
Ustaz Ahmad Muzammil saat mengajar anak-anak mengaji. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Pengajian anak-anak di rumah Ustaz Ahmad Muzammil (42) warga Dusun Sindet, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, bermula saat seorang tetangga meminta mengajarkan ngaji anaknya. “Kok semakin hari semakin banyak anak yang datang, padahal saya enggak undang. Orang tuanya juga enggak datang untuk daftar seperti sekolah, mengalir saja, anak-anak datang, mau mengaji, sudah,” kata Muzammil, Ahad (31/5/2021).

Saat ini sudah ada 30 anak yang mengaji di rumahnya. Untuk mempercepat antrean, Muzammil kini dibantu sang istri. Semakin hari jumlahnya semakin bertambah, sehingga Muzammil membuatkan tempat wudu di halaman rumah agar anak-anak yang datang mengaji tidak perlu lagi antre berwudu di kamar mandi yang berada di dalam rumah.

“Karena semakin banyak, rumah semakin sesak. Kalau mau wudu pada antre lama, namanya anak-anak kalau ketemu air kadang pada main dulu. Jadi saya buat tempat wudu di depan (rumah) biar enggak berdesakan dan tidak antre lama,” ujarnya.

Dalam mengajar anak-anak, Muzammil tidak dibayar satu rupiah pun. Anak-anak yang datang mengaji gratis. Bahkan untuk kebutuhan listrik pun ia tanggung dari hasil berjualan jajanan keliling.

“Iya (anak-anak yang mengaji) gratis. Paling penting anak-anak semangat mengaji, saya sudah senang. Alhamdulillah Allah kasih saya rezeki buat bayar listrik sama makan anak-istri. Malam mengajar ngaji, pagi sampai siang saya berjualan tempura keliling,” jelasnya.

Muzammil merupakan satu dari ribuan ustaz yang ikhlas mengajar membaca Al-Qur’an kepada anak-anak penerus Islam. Ia tak pernah sedikitpun mengharapkan bantuan dan bayaran. Demi mendukung perjuangannya, Global Zakat-ACT memberikan bantuan berupa biaya hidup. “Terima kasih para dermawan, semoga manfaat program Sahabat Dai Indonesia bisa lebih lusa,” ungkapnya.[]