Kerja Ekstra Petugas Pemakaman Covid-19

Tak seperti biasanya Juanda dan teman-teman sesama penggali kubur di Pondok Ranggon bekerja lebih ekstra. Sejak pandemi Covid-19 melanda, ia dan rekan-rekannya menjadi garda paling akhir penanganan Covid-19 harus menggali kubur lebih banyak seiring dengan terus meningkatnya kasus meninggal dunia akibat virus ini.

Kerja Ekstra Petugas Pemakaman Covid-19' photo
Penggali kuburan di Pondok Ranggon terus melakukan penggalian makam baru. Makam-makam ini nantinya akan ditempati untuk pemakaman khusus korban Covid-19. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Terik siang membuat hawa panas sangat terasa di Kompleks Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (23/9) siang. Hawa itu seolah melingkupi suasana duka keluarga korban Covid-19. Ya, Rabu itu, ACTNews berkesempatan datang ke TPU Pondok Ranggon di blok khusus pemakaman korban pandemi Covid-19. Petugas pemakaman bekerja secara tim terus menggali liang, sedangkan keluarga korban hilir-mudik melepas kepergian keluarganya di bibir makam.

Petugas pemakaman, khususnya penggali kurbur, sejak pandemi Covid-19 dinyatakan datang ke Indonesia, harus bekerja ekstra. Sepanjang hari mereka menggali kubur. Dalam sehari, tiap orang bisa menggali hingga puluhan lubang makam, padahal sebelum pandemi jumlahnya tak sebanyak itu.

“Kalau dulu selesai (gali kubur) paling sore. Kalau sekarang waktu kerjanya nambah. Kemarin (Selasa, 22/9) saya sampai rumah jam 8 malam,” tutur Juanda, salah seorang penggali kubur.

Ketika ditanya akan menggali berapa lagi lubang kubur di hari itu, Juanda tak bisa menjawabnya. Hal tersebut karena saat ini, Juanda dan penggali lainnya harus terus menggali lubang kubur walau belum ada kabar jenazah korban Covid-19 yang hendak dimakamkan. Waktunya pun tak menentu, namun, normalnya hingga jam 5 sore atau selepas magrib. Terus bekerjanya pahlawan di titik akhir penanganan Covid-19 ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, mereka yakin kalau jenazah Covid-19 setiap harinya akan datang, bahkan hingga menjelang petang, dan semakin hari jumlahnya semakin banyak.

Di hari Rabu itu pukul 12.00 WIB saja, jelas Juanda, sudah ada 17 makam baru yang sudah terisi. Jenazah korban Covid-19 itu datang dari Jakarta dan sekitarnya. Para penggali kubur pun terus bekerja saat waktu istirahat karena pada siang itu masih ada beberapa ambulans yang membawa jenazah untuk mengantre pemakaman. “Kalau jam istirahat, sebagian ya istirahat, sebagian lagi masih ngegali. Soalnya banyak kuburan yang harus disiapin,” tambah Juanda.

Walau bekerja ekstra di pemakaman khusus Covid-19, belum ada satu pun petugas yang dinyatakan reaktif atau postif tertular virus mematikan ini. Juanda mengatakan, sudah tiga kali ia dan teman-temannya menjalani rapid test dan semuanya dinyatakan non-reaktif. Walau begitu, mereka tetap menjalani protokol kesehatan, khususnya saat proses pemakaman jenazah Covid-19 dan rutin meminim vitamin yang telah sediakan oleh pihak terkait.

Dukungan ACT

Rabu (23/9) siang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengantarkan paket pangan siap santap dari Humanity Central Kitchen. Ada ratusan porsi makanan yang terdistribusi di Kompleks TPU Pondok Ranggon. Hidangan siap santap tersebut diberikan untuk petugas di pemakaman yang terletak di Jakarta Timur tersebut.

Bintara Pembina Desa atau Babinsa Pondok Ranggon Suris mengatakan, hadirnya paket pangan dari ACT untuk petugas di pemakaman Covid-19 ini sangat baik. Jumlahnya yang mencapai ratusan bahkan tak hanya dinikmati oleh petugas yang ada di blok khusus ini saja, tapi juga petugas yang ada di blok lain. “Sangat bagus adanya program pembagian pangan untuk kami, khususnya penggali kubur. Karena kami semua di sini menjadi gerbang terakhir penanganan Covid-19,” ungkap Suris.

Suris pun berharap, perhatian serupa dapat terus mengalir, khususnya pangan dan vitamin untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, mereka semua yang bertugas di pemakaman Covid-19 sangat berpotensi tertular virus ini juga. Ia juga mengajak semua orang bisa ikut berpartisipasi peduli pada semua petugas yang menangani Covid-19 dan berharap pandemi ini segera berakhir.[]


Bagikan

Terpopuler