Kerja Keras Parjiyanti Rintis Usaha Penatu

Untuk mencari penghasilan sampingan, Parjiyanti merintis usaha penatu atau laundry. Meskipun ia mulai dengan keterbatasan modal, tetapi tak menghalangi tekad Parjiyanti dalam mengembangkan usahanya.

wakaf modal yogyakarta
Parjiyanti sampai saat ini, masih menjalankan jasa mencuci dengan manual, alias menggunakan tangan. (ACTNews)

ACTNews, DI YOGYAKARTA – Agar usaha laundry atau penatu yang ia rintis dapat berkembang, Parjiyanti terus mencari jalan. Ia berusaha mengatasi semua kendala yang menghadang usahanya.

“Suami kerja sebagai buruh pabrik kayu. Saya membuka usaha laundry untuk membantui membiayai dua orang anak,” ujar Parjiyanti ketika ditemui di rumahnya di Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, DI Yogyakarta pada Sabtu (25/9/2021) lalu.

Parjiyanti terus berusaha meski mengalami keterbatasan modal untuk memulai usaha. Ia bahkan mencuci baju dari pelanggan tanpa mesin. Tekad Parjiyanti cukup besar untuk membawa usaha ini lebih berkembang lagi.


Untuk mendorong semangat Parjiyanti, Global Wakaf-ACT memberikan bantuan melalui program Wakaf UMKM. Melalui program ini, Parjiyanti mendapatkan bantuan modal usaha serta pendampingan sehingga diharapkan dapat memudahkan usaha Parjiyanti terus berlanjut.

“Alhamdulillah, saya berharap dengan bantuan dari Global Wakaf-ACT ini, saya bisa membeli mesin cuci. Untuk saat ini, targetnya saya ingin membeli timbangan pakaian,” jelas Parjiyanti.

Selain Parjiyanti, Global Wakaf-ACT juga memberikan bantuan kepada dua orang penerima manfaat lainnya di Kelurahan Prawirodirjan pada hari itu yang mendapatkan manfaat dari Wakaf UMKM.[]