Kerja Keras Sri Bangkitkan Usaha yang Sempat Terimbas

Sri baru saja memulai usahanya ketika pandemi mulai menyebar di Indonesia. Usaha jajanan anak-anak yang ia buka untuk menambah pemasukan keluarga ini, terpaksa mengalah karena pandemi dan membuat pendapatannya berkurang jauh. Perlahan usaha ini mulai bangkit kembali, meski belum optimal seperti sebelumnya.

Kerja Keras Sri Bangkitkan Usaha yang Sempat Terimbas' photo
Sri sedang membuat minuman untuk salah satu pembelinya. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sri Suryani (37) aktif memulai usahanya semenjak Februari lalu. Suaminya bekerja di bidang pemasangan jasa CCTV dan parabola dengan penghasilan tidak menentu setiap bulannya karena tergantung pada pesanan. Namun Sri mengatakan rata-rata suaminya bisa mendapatkan Rp2 juta per bulan. Sementara itu, pengeluaran begitu mendesak, mulai dari biaya sekolah anak, kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan tak terduga lainnya.

Oleh karenanya, Sri memulai usaha berjualan jajanan anak-anak. Hasilnya mulus, bahkan bisa dibilang usaha yang ia jalankan di depan teras rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu cukup memuaskan. Di bulan awal memulai usahanya, Sri bisa mengantongi Rp1,3 juta. Jumlah yang terbilang cukup untuk menambah pemasukan keluarga.

Tetapi, malang tak dapat dihindari. Corona yang tiba-tiba merebak di pertengahan Maret menurunkan pemasukan Sri. “Usaha Ibu Sri ikut terimbas. Bahkan ia mengakui kalau sekarang untuk mendapatkan Rp50 ribu dalam satu hari saja sangat sulit,” kata Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.


Tempat Sri berjualan saat ini. (ACTNews)

Sri tersadar belakangan cara yang dilakukannya kurang pas di hatinya untuk memulai usaha. Ia tergiur dengan pinjaman koperasi keliling yang menawarkan pinjaman dengan pengembalian yang berbunga. “Maka dari itu, beliau segera ingin menyelesaikan tanggungan utang tersebut dengan cara lebih giat lagi berusaha dan ke depannya, ia tidak ingin lagi memakai jasa yang notabene merugikan sekaligus tidak dibenarkan dalam ajaran agama,” jelas Wahyu.

Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Sri tetap yakin akan hal itu. Dengan usaha yang selalu diiringi dengan doa, Sri mendapat kemudahan berupa bantuan dari Global Wakaf – ACT melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro pada September lalu. Ia sangat bersyukur karena selain bantuan materi, ia juga mendapat pelajaran yang sangat berarti untuk kehidupannya guna menjadi umat yang lebih taat.


“Mudah-mudahan sih, bisa lebih berkembang dengan baik. (Karena) keadaan jualan sekarang, Alhamdulillah sudah lebih baik juga dari sebelumnya. Harapan saya bisa segera punya warung. Karena sekarang masih ada di depan rumah. Nanti kalau sudah bisa buka warung, saya mau tambah-tambah menu lagi biar bisa lebih banyak lagi yang bisa saya jual,”

Sebelumnya pada Juni lalu, Sri juga sempat menerima amanah dermawan dari ACT lewat program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI). Ia kemudian membelanjakan amanah itu menjadi termos dan blender. Selain itu berkat pendampingan dari Sahabat UMI selama 3 bulan, Sri menjadi lebih terarah dalam keuangan. Ia kini mencatat segala pemasukan dan pengeluarannya. Melihat perkembangan Sri yang begitu cepat, Wahyu berharap makin banyak lagi penerima manfaat yang dapat dijangkau program ini. “Tentu kami perlu dukungan para dermawan dalam meluaskan manfaat dari Wakaf Modal Usaha Mikro. Kami berharap dapat lebih banyak membantu para pelaku usaha yang membutuhkan di masa-masa sulit ini,” harap Wahyu. []