Kerusakan Akibat Gempa Banten Bertambah

Kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat gempa di Banten bertambah. Rumah warga yang rusak mencapai 2.547 unit dan fasilitas umum mencapai 95 unit.

kerusakan gempa banten
Tim Tanggap darurat ACT tengah membantu warga merapikan material rumah yang rusak akibat gempa. (ACTNews)

ACTNews, PANDEGLANG – Jumlah kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,7 terus bertambah. Data BPBD Provinsi Banten per 17 Januari pukul 21.00 WIB, jumlah rumah rusak 2.559 dari sebelumnya 2.547, begitu juga dengan fasilitas umum. 

Tim ACT Regional Banten Sukma Jayalaksana mengatakan, ribuan rumah rusak tersebut tersebar di 230 desa di 55 kecamatan. Rinciannya rumah rusak berat 395 unit, rusak sedang 544 unit dan rusak ringan 1.621 unit. 

“Wilayah terdampak paling parah adalah Pandeglang yakni 2.273 unit rumah di 168 desa di 30 kecamatan rusak. Lalu Kabupaten Lebak 274 unit rumah di 155 desa di 19 kecamatan rusak, Kabupaten Serang 10 rumah di lima desa di empat kecamatan rusak,  dan Kabupaten Tangerang tiga rumah di dua desa rusak,” kata Sukma, Selasa (18/1/2022).

Sukma melanjutkan, selain rumah warga, jumlah fasilitas umum yang rusak juga puluhan. Jumlah sekolah rusak 51 unit, 16 puskesmas, 20 unit tempat ibadah, 5 kantor pemerintahan, dan tempat usaha tiga unit. 

“Warga yang rumahnya rusak berat dan tidak bisa ditinggali, pada malam hari mengungsi ke rumah saudara atau tetangga lalu kembali di siang harinya,” ujar Sukma. 

Untuk kebutuhan korban saat ini adalah masker, makanan siap saji, air mineral, vitamin, selimut, terpal, dan karpet. Selain itu, pendampingan psikososial bagi warga, terutama anak-anak, yang trauma akan peristiwa gempa juga diperlukan.[]