Kesabaran Dani Jalani Usaha Reparasi dengan Kondisi Disabilitas

Akibat kecelakaan, Dani harus rela satu kakinya diamputasi. Sempat berada dalam situasi yang buruk, kini Dani bangkit menjalani hidup dengan menawarkan jasa reparasi barang elektronik.

Dani Ardani saat memperbaiki bagian TV yang rusak
Dani Ardani saat memperbaiki bagian TV yang rusak, Kamis (4/3/2021). Kaki Dani harus diamputasi akibat kecelakaan tunggal yang menimpanya 2012 lalu. (ACTNews/Ubaidillah)

ACTNews, KABUPATEN BEKASI — Tangan Dani Ardani (38) begitu terampil menggunakan solder. Ia hafal mana bagian Printed Circuit Board (PCB) yang harus disolder. Ia nampak yakin dan begitu cekatan.

Televisi (TV) bekas menumpuk memenuhi halaman rumah Dani—sapaan akrabnya. Setelah banjir di wilayahnya mereda, ia mendapat banyak tawaran reparasi barang-barang elektronik, mulai dari TV, sound system, dan kipas angin. Namun, karena keterbatasan modal ia tak dapat menerima semua pesanan.

"Di samping musibah, banjir memang mendatangkan berkah bagi saya. Banyak TV dan barang-barang elektronik terendam air jadi rusak. Orang datang minta dibetulin tapi saya nggak sanggup karena modal saya untuk beli onderdil terbatas," kata Dani, Kamis (4/3/2021).

Banjir yang terjadi di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada 19 Februari 2021 lalu juga ikut merendam rumah Dani. Alat-alat reparasi miliknya banyak yang hilang terhanyut. Kini Dani bekerja dengan sisa alat yang ada.

Menjadi ahli reparasi barang elektronik sudah ia tekuni sejak 2012 silam. Sebelumnya, Dani bekerja sebagai buruh pabrik di Bekasi. Namun, akibat kecelakaan tunggal, ia harus pensiun menjadi buruh.

"Kecelakaan tunggal naik motor tahun 2012, kaki kanan saya patah dan sampe sekarang cacat. Untuk berjalan saya menggunakan kaki buatan," ujar Dani seraya melepas kaki palsunya.

Dani sempat berada di situasi yang buruk. Ia harus menerima kenyataan bahwa kondisi fisiknya sudah tidak sempurna. Namun, dengan dukungan keluarga dan teman difabel lainnya, Dani bisa bangkit.

"Kaki saya tidak sempurna, tapi saya masih punya kedua tangan yang sempurna dan pikiran yang jernih. Akhirnya saya bangkit sedikit demi sedikit lalu belajar membetulkan barang-barang elektronik," kata bapak dua anak ini.

Melihat semangat itu, Global Wakaf – ACT  berikhtiar membantu Dani dalam mengembangkan usahanya. Melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia, Dani mendapatkan bantuan modal usaha. Atas adanya bantuan ini, Dani mengucapkan banyak terima kasih kepada ACT dan Global Wakaf.

"Terima kasih ACT dan Global Wakaf atas bantuan modalnya. Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya kaum difabel yang terdampak bencana dan pandemi Covid-19. Semoga Allah membalas segala kebaikan ACT dan para dermawan," katanya. []