Kesehatan Fisik dan Psikis Penyintas Gempa Sulbar Terus Diperhatikan

Kesehatan penyintas gempa Sulbar terus menjadi perhatian. Tak hanya kesehatan fisik, kondisi psikis penyintas juga tak luput dari penanganan medis profesional.

Relawan ACT dampingi penyintas gempa Sulbar
Tim Humanity Medical Services ACT memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas gempa Sulbar, Sabtu (20/2/2021). Pelayanan kesehatan olehtim HMS dibuka setiap hari sejak gempa terjadi. (ACTNews)

ACTNews, MAJENE - Gempa menimbulkan banyak kerugian, baik materi maupun nonmateri. Bahkan, kondisi psikis dan kesehatan penyintas bisa terganggu dalam waktu lama, meskipun gempa sudah berlalu. Untuk menangani ini, ACT terus melakukan pendampingan kesehatan bagi penyintas gempa di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).


Posko pelayanan kesehatan ACT dibuka setiap hari sejak Majene dan Mamuju diguncang gempa bumi pada 16 Januari 2021 lalu. Pasien banyak yang datang dan keluhan kesehatannya beragam. Layanan kesehatan dibuka bergilir di setiap posko dan desa terdampak gempa Sulbar yang bermagnitudo 6,2. 


Dalam 3 hari terakhir, total pelayanan medis ACT bisa dinikmati oleh 221 jiwa. Pelayanan yang diberikan bersifat probono atau gratis. Penyintas hanya perlu datang ke posko pelayanan kesehatan ACT. "Bahkan terkadang tim medis datang ke tempat atau rumah pasien berada," kata Koordinator Tim Humanity Medical Services (HMS) ACT Mamuju dr. Muhammad Riedha Bambang, Rabu (24/2/2021). 


Pos pelayanan kesehatan, lanjut dr. Riedha, dibuka di Posko Induk Majene, Desa Lombong, Dusun Le'be, Desa Pasa'bu, Pos Unit Simboro 1, Dusun Abu Timur, Dusun Tumuki, Jalan Diponegoro Karema Mamuju, Desa Salletto, Ling. Tamao, dan Desa Pangngalo. Pelayanan diberikan oleh puluhan relawan medis ACT. 


Pasien banyak yang mengeluhkan gatal-gatal, hipertensi, ISPA, hipotensi, diare, myalgia, influenza. "Selain itu ada juga ibu hamil yang datang memeriksakan diri, dan kita layani sepenuh hati," kata dr. Muhammad Riedha Bambang. 


Tak hanya kondisi kesehatan fisik, kesehatan psikis penyintas juga turut menjadi perhatian tim Humanity Medical Services (HMS) ACT. Penyintas, baik anak-anak maupun remaja, diberikan pendampingan psikososial agar psikisnya tidak terganggu setelah gempa yang terjadi. 


Pelayanan kesehatan ini akan terus diberikan sampai waktu yang belum ditentukan. Dikarenakan pemulihan pascabencana gempa Sulbar masih berlangsung. Sehingga, masih banyak penyintas yang hidup susah dalam pengungsian dan potensi gangguan kesehatan masih besar. []