Kesehatan Mental Guru di Masa Pandemi Covid-19 Perlu Perhatian

Pandemi Covid-19 turut memunculkan efek kesehatan mental bagi para guru. Dampaknya, sebagian merasa cemas, lelah, dan suka menunda-nunda melakukan sesuatu.

kesehatan mental guru
Ilustrasi. Guru menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental selama pandemi Covid-19. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini ternyata memunculkan risiko kesehatan mental yan dialami oleh guru. 

Jovita Maria Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga  dalam webinar “Bagaimana Kesehatan Mental Guru Sekarang?” menjelaskan, permasalahan guru saat pandemi adalah beban dan jam kerja bertambah, sulit menghadapi karakter siswa, tidak terjadi pertukaran energi dengan siswa didiknya. Juga sulit membagi waktu, antara perannya sebagai guru dan sebagai anggota keluarga. 

“Jadi masalah-masalah yang terjadi pada siswa, berdampak pula kepada guru. Seperti contoh siswa kurang memahami materi, membuat guru cemas dan berpikir ‘kok materi yang disampaikan enggak dimengerti ya, ada apa dengan saya?’ Merasa bersalah,” kata Jovita. 

Hal tersebut dikuatkan dengan hasil survei Dosen Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Ipah Saripah. Saripah menyimpulkan, efek pandemi bagi guru adalah cemas, keletihan mental, dan enggan melakukan suatu pekerjaan atau menunda-nunda. Hal ini diindikasi menjadi ciri-ciri dari masalah umum kesehatan mental. 

“Sehingga (untuk mengurangi efek tersebut) guru memerlukan aktivitas selingan, istirahat dari layar, sosialisasi, rutinitas harian yang lebih tertata, dan batasan asupan berita atau informasi,” tulis Saripah. 

Saripah melanjutkan, pentingnya kesehatan mental pada guru, karena guru merupakan kelompok yang berisiko mengalami depresi akibat tekanan dalam proses pembelajaran. Sedangkan belum semua guru memiliki kedewasaan psikologis yang baik, sebagai bekal menghadapi berbagai tekanan. 

“Kesehatan mental yang terganggu pada guru, dapat mengakibatkan gangguan dalam kemampuannyamengoptimalkan potensi diri sekaligus menghambat tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik,” kata Saripah. 

Tips untuk menjaga kesehatan mental adalah berpikir positif, aktif secara fisik, memelihara kebugaran tubuh, membantu dan tetap terhubung dengan orang lain, serta berlatih melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran.[]