Keseruan MRI Maluku Ikuti Volunteer Camp

Volunteer Camp bertujuan untuk mengasah dan meningkatkan kapasitas relawan MRI.

Keseruan MRI Maluku Ikuti Volunteer Camp' photo
Anggota MRI - ACT Maluku praktik mengevakuasi korban, dipandu oleh TIM PMI Provinsi Maluku. (ACTNews/Safri Jainudin Bugis)

ACTNews, MALUKU TENGAH - Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Maluku mengadakan kegiatan Volunteer Camp pada Sabtu (29/2). Kegiatan ini digelar di Negeri Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Volunteer Camp diikuti sekitar 20 anggota MRI. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini diharapkan dapat mengasah dan meningkatkan kapasitas relawan MRI. 

Libert selaku Pembicara dari PMI Provinsi Maluku mengatakan, Indonesia, khususnya Maluku, sangat membutuhkan kehadiran relawan penanggulangan bencana. Hal ini mengingat kondisi Maluku yang tidak terlepas dari kebencanaan. "Bersyukur sekali ACT dan MRI hadir membantu pemerintah dan kami dari PMI. Kegiatan ini sangat positif, relawan pun sangat ramah dan terbuka dalam menerima materi dari PMI. Ini adalah awal yang sangat baik untuk kontribusi ke depannya dalam membantu masyarakat. Relawan adalah tugas dan panggilan jiwa, tetap semangat untuk melakukan tugas, untuk upah tidak usah dipikirkan fokuslah dengan tugas kemanusiaan, sebab tidak semua pekerjaan dinilai oleh uang,” ujar Libert.

Tak kalah menarik juga saat peserta mengikuti pelatihan penyelamatan di air. Mereka luar biasa semangat mempraktikkan materi yang telah didapat. Mikini selaku Pelatih dari Pol Air mengatakan, saat penyelamatan, seorang penyelamat harus tetap fokus dan serius. Keselamatan nyawa korban adalah tujuan utama. “Seorang relawan harus bisa mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menolong korban, tentunya dengan pertimbangan dan kesiapan yang matang sebagai dasar dan bekal awal," imbuh Mikini, Ahad (1/3). 

Relawan yang mengikuti Volunteer Camp sangat bersyukur dengan diselenggarakan agenda ini. Banyak ilmu yang mereka dapatkan, mulai dari teknik penulisan berita oleh Humas ACT, pelatihan pertolongan pertama pada gawat darurat (P3GD) oleh PMI, pelatihan mountenering oleh Kabid Diklat MRI, serta pelatihan penyelamatan di air oleh Pol Air. 

“Harapannya, pelatihan ini dapat memperkuat dasar-dasar pengetahuan peserta saat turun lapangan dalam tugas kemanusiaan. Kami pun tertarik selama mengikuti materi yang diberikan, serta dengan sigap ketika materi tersebut dituangkan dalam praktik,” ungkap Ina Fitria, relawan MRI Maluku. []


Bagikan