Kesulitan Ekonomi Paksa Keluarga Ayu Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Kesulitan ekonomi paksa keluarga Ayu tinggal di rumah tidak layak huni. Dinding rumah terbuat dari terpal, beratapkan daun rumbia, berlantai pohon pinang, dan saat hujan bocor hingga harus mengungsi.

rumah untuk ayu
Kondisi rumah yang ditinggali Ayu dan keluarga. (ACTNews/Agusriadi)

ACTNews, PASAMAN BARAT – Kendala ekonomi memaksa Ayu dan keluarga tinggal di rumah berukuran 3x4 meter. Rumah tersebut beratapkan daun rumbia yang mulai lapuk, berdindingkan terpal, dan berlantaikan batang pinang yang dibelah.

Rumah yang terletak di Jorong Kartini, Nagari Kiawai, Pasaman Barat dihuni sejak tahun 2019. Bersama suami dan dua anaknya, Ayu kerap mengungsi saat hujan. Di mana air masuk dari atap dan dinding yang bolong.

“Kalau Hujan air sering masuk ke dalam rumah, lantai rumah yang dibuat dari belahan batang pinang ini menjadi licin, sehingga anak-anak rawan terpeleset. Jika hujan lebat, kami sering menumpang ke rumah tetangga atau keluarga untuk berteduh,” Cerita Ayu pada tim ACT Pasaman Barat, Ahad (21/11/2021).

Di saat mengungsi, semua barang disimpan di dalam rumah. Ayu harus merelakan kasur dan peralatan rumah tangganya basah terkena guyuran hujan. Tidak ada yang bisa dilakukan Ayu selain pasrah.

“Kalau dibawa ngungsi, repot banget. Tidak enak juga bawa-bawa perabotan. Nanti kalau hujan reda dan cuaca panas, barang-barang dijemur biar bisa digunakan lagi,” ujar Ayu.

Sebelum tinggal di rumah tersebut, Ayu dan keluarga tinggal bersama orang tua. Kondisi ekonomi yang sulit dan rumah orang tua yang sempit, membuat Ayu memutuskan untuk membuat dan tinggal di rumah sendiri.


Ayu beserta kedua anaknya. (ACTNews/Agusriadi)

Suami Ayu (Sarwono) bekerja sebagai buruh harian lepas di kebun sawit milik tetangga. Penghasilan Sarwono hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga ini. Sementara Ayu tidak dapat bekerja karena harus merawat anak-anak yang masih kecil.

Kepala Cabang ACT Pasaman Barat, Gatoet Kesuma menceritakan kondisi rumah memprihatinkan. Saat berkunjung, lanjut Gatoet, hujan turun dan merasakan langsung bagaimana Ayu dan keluarga kehujanan di dalam rumah.

“Miris sekali, apalagi kami sempat berkunjung ketika hujan datang. Insyaallah kita akan ikhtiarkan pengumpulan donasi untuk memperbaiki rumah Ayu dan keluarga agar lebih layak,” Ujar Gatoet.[]