Ketabahan Anas al-Yaziji Saat Mengetahui Calon Istrinya Syahid Terkena Serangan Zionis

Pernikahan impian Anas kandas akibat Shaima meninggal terkena serangan Israel ke Jalur Gaza pada pertengahan Mei lalu. Sekitar 13 anggota keluarga Shaima, termasuk ayah dan ibunya, turut menjadi korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Anas al-Yaziji tengah mendoakan mendiang calon istrinya, Shaima Abu al-Ouf, di pemakaman Shaima. (TRT World)

ACTNews, GAZA - Bagi Anas al-Yaziji, selepas Idulfitri semestinya menjadi momentum berbahagia. Pemuda asal Gaza, Palestina itu akan menikahi perempuan pilihannya, Shaima Abu al-Ouf, yang berprofesi sebagai dokter gigi. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak dua bulan lalu, termasuk menyiapkan sebuah apartemen yang akan ditinggali setelah menikah.

 

Manusia berencana, namun Allah yang menentukan. Pernikahan impian Anas kandas akibat Shaima meninggal terkena serangan Israel ke Jalur Gaza pada pertengahan Mei lalu. Sekitar 13 anggota keluarga Shaima, termasuk ayah dan ibunya, turut menjadi korban jiwa dalam kejadian tersebut.

 

Bagi Anas, kehilangan calon pasangan yang akan dinikahinya ternyata tidak menggoyahkan iman kepada Allah. Kalimat tahmid bahkan terus-menerus meluncur dari mulutnya karena sang calon istri akan menikmati surga yang sudah dijanjikan Allah. Kebahagiaannya semakin membesar karena Anas melihat jasad Shaima dalam keadaan tersenyum.

“Alhamdulillah sekarang dia menjadi syuhada dan meninggal dalam keadaan tersenyum,” kata Anas seperti dilansir dari kanal Youtube TRT World pada Jumat (21/5/2021).

 

Anas bercerita bahwa pada malam kejadian yang menewaskan Shaima, dirinya sempat mengirimkan pesan kepada tunangannya itu untuk menanyakan keberadaannya. Shaima sempat membalas pesan tersebut, namun kemudian Israel memulai pengeboman. 

 

“Saya katakan kepadanya untuk bersembunyi, tetapi pesan tersebut tidak pernah terkirim,” katanya.

 

Setelah kejadian, Anas terus mencari keberadaan Shaima selama dua hari lamanya, hingga kemudian menemukan jasad Shaima di kamar jenazah. “Saya ingin mengucapkan selamat tinggal kepadanya dan saya menemukan dia tersenyum. Saya katakan: ‘saat ini engkau berada di tempat lebih baik dari saya. Engkau akan pergi ke surga. Alhamdulillah’,” katanya.

 

Sebagai kenang-kenangan, kini Anas menyimpan peralatan medis yang dimiliki Shaima. Haya Abu al-Ouf, sepupu Shaima, mengatakan misil Israel menargetkan rumah Shaima pada saat kejadian tersebut. Zionis Israel terus-menerus membombardir rumah mereka dari pada pukul 1-3 pagi. Haya tampak begitu terpukul dengan meninggalnya Shaima beserta anggota keluarga lainnya. Ia hanya berdoa semoga Allah memberikan rahmat bagi mendiang Shaima. Ia juga menyebut Shaima akan menjadi pengantin terbaik di surga.

Sementara itu, serangan Israel yang diluncurkan selama 11 hari berturut-turut di Gaza telah merenggut 248 jiwa, seperti yang disebutkan Kementerian Kesehatan Gaza pada Jumat (21/5/2021), hari di saat gencatan senjata mulai diberlakukan. Bombardir tersebut juga mengakibatkan 1.948 jiwa terluka, sekitar 7.000 unit rumah rusak sebagian, dan sekira 1.000 rumah lainnya rusak total. []