Ketangguhan Samini Topang Ekonomi Keluarga

Di era pandemi, hasil dagang Samini (42) turun drastis. Padahal ia memerlukan pendapatan dari hasil berjualan pecelnya untuk menghidupi anak serta lima keponakannya yang yatim.

Samini saat meracik pecel jualannya. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Sosok tangguh itu bertemu secara tak sengaja saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan impelementasi bantuan pangan di wilayah Kota Tasikmalaya, Kamis (12/8/2021). Samini (42) namanya. Ia tengah beristirahat sambil menunggu pembeli yang tertarik pada dagangannya, pecel. Sebelumnya, Samini sudah berjalan kaki berkeliling berjualan dengan pembeli yang hanya sedikit.

Samini sendiri merupakan seorang perempuan yang juga tulang punggung keluarga. Sudah 10 tahun lamanya ia menjajakan pecel secara berkeliling di sekitaran pusat Kota Tasikmalaya. Pekerjaan ini dilakukannya demi menghidupi anak serta lima keponakannya yang sudah menjadi yatim.

Saat ini, penghasilan Samini kian merosot seiring lamanya pandemi Covid-19. Padahal, sebelum pandemi, dalam waktu tiga jam, dagangannya bisa sudah ludes terjual. Akan tetapi, sekarang, sampai sore menjelang malam, bahkan sudah berkeliling dari kampung ke kampung pun jualan Samini tak kunjung habis terjual.

“Daripada dibuang mubazir, mending saya kasihkan ke tetangga-tetangga, walau enggak balik modal, yang penting habis kemakan,” tutur Samini saat memperlakukan dagangannya tiap kali tak habis terjual.

Kondisi sepi pembeli yang saat ini Samini rasakan tak membuatnya patah arah, ia tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga. “Ya namanya berjualan, kadang naik dan turun. Cuma sekarang lagi sepi, apalagi kalau hujan,” tambah Samini.

Borong dagangan

Kaget, harus, tidak percaya dan nangis menjadi ekspresi Samini kala bertemu dengan tim ACT Tasikmalaya. Bukan tanpa alasan, di hari pertemuan itu, ACT tak hanya menjalin silaturahmi, tapi juga memborong dagangan Samini untuk kemudian dibagikan lagi ke warga secara gratis. Lewat program kebiakan ACT bersama dermawan ini, rasa senang sulit lagi dibendung oleh Samini.

“Ini uangnya enggak kebanyakan, Pak?” kata Samini saat menerima sejumlah uang untuk memborong dagangannya sekaligus modal tambahan usaha. “Terima kasih, ini mau saya pakai buat modal lagi sama beli perlengkapan sekolah keponakan-keponakan saya,” tambah Samini.[]