Ketegaran Abah Utay, Jalani Masa Tua Bersama Sang Anak yang ODGJ

Meski menjalani masa tua dalam keterbatasan ekonomi, Abah Utay (65) tetap berusaha dibantu seorang anak yang menderita gangguan mental.

lansia odgj
Abah Utay sudah lumpuh sejak delapan bulan lalu, sehingga anaknya membantu Abah Utay berjalan, membantu mulai dari memasak, membawa air, sampai merawat ternak itik. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN GARUT – Dinding rumah yang lapuk dan nyaris roboh menjadi tempat bernaung Abah Utay (65). Beberapa kaca jendela sudah pecah, sehingga ia menggantinya dengan spanduk atau kain. Genting yang tua juga sudah tidak sanggup menahan air hujan, sehingga sering bocor. Kondisi tersebut yang menemaninya sepuluh tahun ke belakang.

“Apalah daya saya yang dahulu pekerja rantau sebagai buruh bangunan, tidak ada uang untuk merenovasi atau memperbaiki rumah. Tambah sekarang kaki saya juga tidak bisa berjalan. Jangankan untuk memperbaiki rumah, membersihkan rumah saja sudah tidak bisa,” ujar Abah Utay ditemui di rumahnya di Jalan Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut Rabu (6/4/2022).

Kesehatan Abah Utay memang sudah menurun dan sejak delapan bulan lalu, kakinya sudah tidak bisa berjalan lagi. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia dibantu oleh anak keduanya. Meski sang anak merupakan ODGJ, tetapi baktinya tidak lepas dari sang bapak. Mulai dari membantu Abah Utay berjalan, membantu memasak, membawa air, sampai merawat ternak itik.


Anak kedua Abah Utay yang kini setiap hari membantu ayahnya tersebut beraktivitas. (ACTNews)

“Saya punya empat anak. Anak yang pertama meninggal, kedua alami gangguan jiwa dan sekarang menemani saya, yang ketiga juga ODGJ tetapi sekarang tidak tahu di mana karena ada yang bawa (untuk merawat). Alhamdulillah anak bungsu saya normal dan sekarang sudah berkeluarga,” cerita Abah Utay.

Sekalipun dapat dikatakan dalam kondisi yang sulit, Abah Utay memilih tidak ikut si bungsu sebab takut merepotkan anaknya tersebut. Ia lebih memilih hidup mandiri. Untuk kebutuhan sehari-hari, Abah Utay juga biasanya dibantu oleh tetangga hingga pihak pemerintah desa. “Alhamdulillah dengan anak saya yang ODGJ masih bisa hidup meskipun pas-pasan,” lanjut Abah Utay.


Kondisi yang demikian membuat Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Garut tergerak untuk menyambangi rumah Abah Utay. Bersama para dermawan, ACT pun berharap dapat membantu meringankan kesulitan yang saat ini dialami oleh Abah Utay.

“Maka dari itu kami dari ACT menginisiasi penggalangan dana untuk Abah utay. Bagi yang tergerak untuk memberikan sedekah Ramadan terbaiknya bisa melalui Indonesia Dermawan atau rekening BSI Aksi Cepat Tanggap di nomor 7164160027,” jelas Rizky Nugraha dari Tim Program ACT Garut. []