Keterbatasan Fisik Tak Goyahkan Mulyani Nafkahi Keluarga

Meskipun sedang mengalami keterbatasan fisik, Mulyani (42) tak lantas menyerah. Kondisi ekonomi yang sedang menurun akibat pandemi, ditambah suami yang baru saja ter-PHK, membuat Mulyani mesti lebih giat menafkahi keluarganya.

Keterbatasan Fisik Tak Goyahkan Mulyani Nafkahi Keluarga' photo
Mulyani ketika sedang menjaga dagangannya pada Selasa (13/10) lalu. (ACTNews)

ACTNews, BENGKALIS – Berkorban untuk keluarga bagi Mulyani (42), berarti sepenuhnya. Seperti satu tahun lalu ia mengalami kecelakaan dan sampai sekarang masih harus menggunakan tongkat untuk berjalan kendati sudah dioperasi. Namun dalam kondisi ini pun, Mulyani masih tangguh mencari nafkah untuk keluarga.

Mulyani tinggal bersama suami dan dua orang anaknya yg sudah duduk di bangku SMA dan SMP. Sebelumnya suami Mulyani sempat bekerja di sebuah perseroan terbatas. Sejak wabah Covid-19 merajalela, keuntungan perusahaan terus menurun, sehingga suaminya di-PHK dari tempat dia bekerja. Mulyani sementara ini mengandalkan dagangan gorengan yang telah dilakoninya semenjak sebelum pandemi untuk menopang kebutuhan keluarga yang tengah goyang.

"Setiap harinya di pagi hari anak ibu yang berjualan. Bada zuhur siang sampai sore, gantian ibu yang harus menjaga dagangan. Penghasilan ibu (yang biasanya) bisa mencapai Rp60 ribu - Rp80 ribuan per hari, jauh merosot sejak sebelum adanya wabah Corona ini,” ucapnya ditemui di tempat dia berdagang di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Selasa (13/10) silam.


Dengan kondisi kakinya yang tidak bisa banyak bergerak, tegak dan duduk, Mulyani juga harus meminta bantuan kepada temannya ketika berjualan. Walhasil ia harus mengeluarkan keuntungan dagang untuk membayar temannya .

Untuk membantu Mulyani bertahan dalam masa pandemi ini, Global Wakaf – ACT menyalurkan Wakaf Modal Usaha Mikro kepadanya. “Dengan adanya modal usaha ini, ibu sangat senang karena dapat membantu untuk tambahan modal juga tidak terlibat pinjaman yang berbunga. Alhamdulillah, terhindar dari riba,” ujar Mulyani.

Selain Mulyani, ada lima penerima manfaat lainnya yang mendapatkan amanah dana Wakaf Modal Usaha Mikro pada hari itu. Semuanya merupakan ibu tangguh yang senantiasa berjuang di saat sulit seperti sekarang. “Masih banyak lagi para ibu yang terus berusaha di tengah pandemi saat ini, dan perjuangan mereka tidak mudah. Untuk itu kami terus mengajak kepada para dermawan untuk selalu membersamai mereka lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro. Semoga amanah para dermawan dapat meringankan krisis yang kini sedang mereka alami,” ajak Andika dari Tim Program Global Wakaf - ACT Duri. []