Keterbatasan Tak Halangi Semangat Para Santri Pesantren Nurudjjolam

Banyak keterbatasan yang ada di Pesantren Nurudjjolam, Kampung Pasir Wangun, Kabupaten Bogor. Tetapi keterbatasan tersebut tak lantas menjadi batu sandungan para santri dalam menuntut ilmu.

wakaf al-qur'an
Kini ada sekitar 60 santri yang belajar di Pondok Pesantren Nurudjjolam. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Sebelum berpulang ke rahmatullah, ayah dari Ustaz Ahyani sempat menitipkan Pondok Pesantren Nurudjjolam. Beliau berharap perjuangan mendidik santri yang telah dilakukannya semasa hidup, dapat dilanjutkan oleh anaknya.

Ustaz Ahyani pun mengemban amanah itu bersama sang istri sejak tahun 2016. Ia sama sekali tak memungut biaya pendidikan dari para santri yang mondok di Kampung Pasir Wangun, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor ini.

Untuk kebutuhan sehari-hari dan operasional pondok pesantren, Ustaz Ahyani mengandalkan tenaga sendiri. Ia bekerja sebagai pekerja bangunan yang membuat kusen serta daun pintu. Di masa pandemi ini, ia pun bercerita bahwa pekerjaan ini mengalami penurunan.


“Biasanya dalam sebulan saya bisa mendapatkan 5 atau 6 proyek, sekarang hanya 2 sampai 3. Agak berat memang,” ucap Ustaz Ahyani ditemui Senin (13/9/2021) lalu. Tetapi ketulusan hati jadi kunci di masa-masa sulit ini. Buktinya pondok pesantren terus berjalan, bahkan muridnya cenderung bertambah. Kini semuanya berjumlah 60 orang.

Para santri mengaji bergantian sejak bada subuh, zuhur, dan magrib. Masing-masing memiliki jadwal berbeda karena tempat yang terbatas. Fasilitas pun masih dapat dikatakan sederhana, yakni di bawah bilik bambu beratapkan genteng yang rapuh. “Terkadang anak-anak harus diliburkan jika hujan deras karena bocor di mana-mana,” ungkap Ustaz Ahani.

Demikian juga dengan mushaf-mushaf yang ada di pondok. Sebagian telah lusuh dan tak bersampul. Karenanya untuk membersamai semangat para santri, Global Wakaf-ACT mendistribusikan puluhan Al-Qur’an Wakaf untuk Pondok Pesantren Nurudjjolam.

"Alhamdulillah Global Wakaf-ACT sudah banyak membantu kami. Kalau disebutkan satu persatu, mungkin agak bingung. Mulau dari mulai Beras Wakaf, Air Minum Wakaf, perlengkapan salat, makanan anak-anak (santri), dan kini Al-Qur'an. Semoga apa yang diberikan oleh donatur melalui Global Wakaf-ACT menjadi wasilah kebaikan dan menjadi pengugur dosa," harap Ustaz Ahyani. []