Ketika Ambulans Pre-Hospital Layani Fatimah, Pengungsi Rohingya

Ketika Fatimah (27) salah satu pengungsi Rohingya, mengeluh dadanya sesak dan mual, Ambulans Pre-Hospital dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) langsung merespons Fatima, bahkan sampai ketika ia harus dirujuk ke rumah sakit setempat.

Ketika Ambulans Pre-Hospital Layani Fatimah, Pengungsi Rohingya' photo
Aksi tim Ambulans Pre-Hospital dalam memberikan pertolongan pertama kepada Fatimah. (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE – Sejak pagi hari, kondisi para pengungsi Rohingya terlihat seperti biasa. Sejumlah relawan berada di pos masing-masing setelah membagikan sarapan pagi. Di Kamp Rohingya, tepatnya di Bekas Kantor Imigrasi Peunteut, Kota Lhokseumawe, sejumlah armada kemanusiaan masih bersiaga di lokasi, seperti Ambulans Pre-Hospital, Humanity Food Truck dan Humanity Water Truck. Seluruh armada tersebut siap melayani kebutuhan pengungsi Rohingya.

Selasa (7/7) siang itu, salah satu pengungsi Rohingya yang bernama Fatimah (27) mengeluh kurang sehat. Ia mengatakan nafasnya sesak, bersamaan dengan perutnya yang mual.

Merespons keluhan Fatimah, tim medis ACT yang bersiaga di Ambulans Pre-Hospital beserta relawan yang berada di tempat pengungsian langsung memeriksanya. Untuk keluhan pasien berupa sesak nafas dan muntah, tim memberikan oksigen sebagai pertolongan pertama.

“Kita lakukan pemasangan oksigen untuk pasien, serta pemeriksaan fisik. Misalnya saja cek tensi, nadi, dan pernafasan,” ujar Melza dari tim medis ACT yang bertugas di lokasi.


Tim Ambulans Pre-Hospital ACT sedang membawa Fatimah ke dalam rumah sakit. (ACTNews)

Setelah melihat kondisi belum membaik, pasien diputuskan di bawa ke RS Cut Meutia menggunakan Ambulans Pre-Hospital“Karena ambulans kita memenuhi syarat SOP. Seluruh kluster medis menunjuk Ambulans Pre-Hospital ACT untuk selalu respons emergency untuk perujukan. Alhamdulillah proses rujuk dan penjemputan pasien berjalan dengan lancar,” jelas Melza.


Sesampainya di rumah sakit, Fatimah langsung diberikan tindakan dan perawatan lebih lanjut. Sekitar pukul 16.00 WIB, Fatimah di putuskan untuk dibawa pulang kembali ke pengungsian.

“Alhamdulillah setelah mendapatkan perawatan dari tim APH juga RS Cut Meutia, Fatimah kini terlihat sudah sedikit membaik. Ia juga dapat melanjutkan istirahat kembali di kamp Rohingya yang berada di bekas gedung Imigrasi Lhokseumawe,” pungkas Melza. []


Bagikan