Ketika Berkurban Baru Sebatas Harapan

Bagi Esti, orang tua tunggal dari dua anak kembar berkebutuhan khusus, berkurban masih menjadi cita-cita yang entah kapan bisa ia wujudkan.

Esti Setiasih, orang tua tunggal dengan dua anak berkebutuhan khusus memenuhi kebutuhan hidup dengan menjaga warung milik tetangganya. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, TANGERANG SELATAN – “Akikah pun belum kesampaian, Mbak. Anak saya dua laki-laki, berarti harus empat ekor kambing, uang dari mana?” cerita Esti Setiasih (38). Orang tua tunggal dari kembar identik Galang (6) dan Gilang (6) itu adalah salah satu penerima manfaat Sahabat Usaha Mikro Indonesia dari ACT. Esti bermastautin di Rempoa, Tangerang Selatan.

Mendekati Iduladha, Esti bercerita, kurban masih menjadi hal mewah bagi dirinya. Sebagai muslim, cita-cita berkurban sempat terbayang, namun ia urungkan karena masih ada kebutuhan mendesak yang harus ia penuhi.

Kedua anak Esti membutuhkan perhatian khusus karena mengalami keterlambatan berjalan dan berbicara. Ia juga harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mengantarkan terapi kedua buah hatinya. Saat ini, ia hanya menutup kebutuhan keluarga dengan menjaga warung milik tetangga. Esti adalah satu-satunya penopang nafkah keluarga karena sudah berpisah dengan suaminya.

“Sebenarnya, kalau bisa, malah mau akikah dulu. Itu juga belum tahu bisa atau enggak. Si kembar saja keperluannya banyak, sedangkan saya mendapat penghasilan hanya dari menjaga warung,” cerita perempuan asal Kebumen itu pada ACTNews, Jumat (5/6).

Desi Susanti dari Tim Kemitraan Global Qurban - ACT menerangkan, selalu ada jalan untuk berderma, termasuk dalam kurban. Sejak tahun 2016, Global Qurban menghadirkan program Sedekah Qurban. Sebuah program yang memungkinkan dermawan untuk bersedekah kurban bagi warga prasejahtera.


Pengurus ternak memberi makan ternak di Lumbung Ternak Wakaf binaan Global Wakaf. Lumbung Ternak Wakaf merupakan program wakaf produktif yang terintegrasi dengan Global Qurban. (ACTNews/Gina Mardani)

“Caranya mudah. Global Qurban sendiri memiliki program Sedekah Qurban, yang memfasilitasi Sahabat Dermawan untuk memberikan hewan kurban terbaik atas nama mereka yang tidak berpunya, yang belum mampu berkurban karena finansial terbatas. Nantinya nama pekurban, dalam hal ini mereka yang menerima sedekah kurban, akan ditentukan oleh Global Qurban. Misalnya saja, jika ada Sahabat Dermawan yang ikut program Sedekah Qurban, nama pekurbannya bisa ibu Esti, yang sangat ingin berkurban namun belum mampu,” jelas Desi.

Ia menambahkan, dermwan yang ingin bergabung dalam program Sedekah Qurban juga dapat menyalurkan sedekah mulai dari Rp100 ribu. Sedekah ini akan dikolektifkan dengan sedekah dermawan lainnya, yang nantinya akan disalurkan menjadi hewan kurban dengan nama pekurban diambil dari nama warga prasejahtera yang ingin berkurban.[]