Ketika Penerima Manfaat Menjadi Seorang Dermawan

Okta bersama anaknya Aura yang sebelumnya menjadi pasien dari program Mobile Social Rescue (MSR), Jumat (10/7) lalu datang ke kantor ACT Kalimantan Timur sebagai dermawan. Keluarga yang beberapa kali dibantu oleh para dermawan itu kini menyedekahkan sebagian rezeki yang mereka miliki untuk para penghafal Alquran.

Ketika Penerima Manfaat Menjadi Seorang Dermawan' photo
Keluarga Okta bersama Aura yang kini kondisinya sudah lebih membaik sejak pengobatan jantung bocor. (ACTNews)

ACTNews, BALIKPAPAN – Haru itu datang ketika Okta dan anaknya, Aura Balqis Lathifa Afsheen, yang juga merupakan salah satu pasien program Mobile Social Rescue (MSR), menyempatkan diri bersilaturahmi ke kantor ACT Kalimantan Timur. Namun, kedatangan mereka pada Jumat (10/7) itu bukanlah sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai seorang dermawan.

Hari itu, Okta dan Aura meyedekahkan sebagian rezeki yang mereka miliki untuk para penghafal Alquran. Tim ACT Kalimantan Timur sangat mengapresiasi niat baik Okta. Muhammad Iqbal dari Tim Program ACT Kalimantan Timur menyambutnya dengan mata yang basah. Sebab, Iqbal sedari awal yang mendampingi perjuangan Okta dalam mengobati penyakit jantung bocor yang diderita anaknya.

“Saya tahu bagaimana perjuangan beliau demi keluarganya, terutama Aura agar bisa sembuh. Dari awal asesmen, Pak Okta memang orang yang sangat berbesar hati. Dan saya sangat terharu ketika melihat penerima manfaat yang kita dampingi selama ini kini menjadi donatur kami. Itulah misi besar ACT di balik setiap program pemberdayaannya,” ungkapnya.


Okta saat menerima bantuan dari Oprasi Beras Gratis. (ACTNews)

Okta juga orang yang tangguh. Meski hidup seadanya, beberapa kali jika tim ACT Kalimantan Timur mengantarkan bantuan, Okta dan keluarganya kerap kali mengucap, “Wah mas, sebaiknya kasihkan saja ke yang lebih membutuhkan.”

Okta memang seorang buruh bangunan dan keramik yang berpenghasilan seadanya. Almarhum orang tuanya tadinya merupakan orang berkecukupan. Sepeninggal keduanya, ternyata mereka memiliki banyak utang yang belum lunas. Merasa bertanggung jawab, akhirnya di antara sekian saudara kandung Okta, hanya ia sendiri yang berkenan melunasi utang kedua orang tuanya.


Berbagai macam hal dirasakan Okta, mulai dari ditipu, diremehkan keluarga karena kondisi hidup yang seadanya, dan tabungan yang telah habis. Namun, segala ikhtiar ia jalani demi melunasi utang orang tuanya. Sampai cobaan lain datang. Sang anak, Aura, divonis bocor jantung sejak lahir.

Pada hari yang sama juga, salah seorang sopir angkot penerima manfaat ACT Kalimantan Timur, juga mendonasikan sebagian rezekinya untuk patungan Sumur Wakaf. “Masyallah, semoga Allah melapangkan dan memudahkan rezeki para penerima manfaat ACT di berbagai belahan dunia. Ini adalah bukti bahwa satu kebaikan yang kita berikan untuk saudara yang membutuhkan akan menciptakan kebaikan lagi. Mereka yang tadinya menerima manfaat, turut tergerak menjadi dermawan. Semoga gerakan kedermawanan ini makin meluas dan membantu banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” harap Iqbal mendoakan. []