Ketinggian Air Kembali Naik, Samarinda Darurat Banjir

Banjir kembali menggenangi Samarinda. Akibat bencana ini, ribuan jiwa terdampak serta aktivitas terhambat. BMKG pun memperkirakan dalam sepekan ke depan, Samarinda masih berpotensi diguyur hujan.

banjir samarinda
Salah satu lokasi terdampak banjir di Samarinda. (ACTNews/Afif Karomi)

ACTNews, SAMARINDA – Intensitas hujan yang tinggi masih terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Akibatnya, banjir kembali terjadi pada Kamis (16/9/2021) dan merendam permukiman, beberapa di antaranya ialah Kelurahan Tani Aman dan Simpang 3, Kecamatan Loa Janan Ilir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 sampai 125 sentimeter.

Banjir kali ini berdampak pada 5942 jiwa dari 1853 keluarga serta 1845 rumah terendam air, belum termasuk bangunan lain yang ikut terimbas. Beberapa akses jalan pun tergenang, membuat aktivitas warga terganggu, bahkan ada yang menggunakan perahu untuk mobilitasnya.

Merespons banjir susulan ini, Posko Kemanusiaan ACT sudah berdiri di Perumahan Haji Shaleh Tani Aman, Loa Janan Ilir, Samarinda. Pertolongan yang diperlukan serta pemantauan naik turunnya air banjir dilakukan. Hal tersebut karena dikhawatirkan jika air semakin tinggi, maka wilayah yang tergenang akan semakin luas.

“Kami terus siaga karena potensi hujan masih tinggi. Bersama tim MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) dan tim gabungan kami terus memantau kondisi banjir,” jelas Dimas Bayu Prasetyo, Koordinator Daerah MRI Kalimantan Timur, Jumat (17/9/2021).

Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, dalam sepekan ke depan cuaca di Samarinda masih didominasi berawan serta turun hujan. Dari kemungkinan ini, warga diharapkan tetap waspada akan banjir dan bencana lain yang mungkin saja bisa timbul.[]