Keutamaan Sedekah di Bulan Zulhijah

Amalan sedekah memang tak terikat waktu. Namun ada beberapa masa di mana sedekah bisa menjadi amalan terbaik dan utama, dan salah satunya ada di bulan Zulhijah yang segera disongsong oleh umat Islam.

Seorang ibu di Kabupaten Bekasi yang semringah setelah mendapatkan bantuan air dan beras gratis. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Sedekah tidak hanya menghadirkan pahala bagi orang menunaikannya, tetapi di sisi lain membantu dan membahagiakan si penerima. Seorang sahabat bahkan pernah bertanya kepada Rasululllah, ''Siapakah manusia yang paling baik?'', Rasulullah hanya menjawab, ''Orang yang sanggup memberi manfaat kepada sesamanya,” Selanjutnya Rasulullah ditanya, ''Amal apa yang paling utama?'' Kemudian beliau menjawab, ''Memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman.'' (HR Thabrani). 

Amalan ini sejatinya tidak terikat waktu. Seorang dermawan dapat memberi kapan pun ia merasa memiliki kemampuan untuk bersedekah. Namun ada beberapa waktu di mana sedekah-sedekah tersebut menjadi sedekah terbaik yang mengalir kepada orang lain. Ada 5 waktu terbaik dalam bersedekah berdasarkan Alquran dan hadis. Yakni saat krisis, saat gerhana matahari atau peperangan, bulan Ramadan, hari Jumat, dan 10 hari pertama di bulan Zulhijah.

Saat ini umat Islam seluruh dunia juga sedang menuju waktu terbaik yang disebutkan terakhir, yakni 10 hari pertama bulan Zulhijah. Dari hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah bahkan mengatakan tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. Sahabat kemudian bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun.“

Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa, “Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya dari pada kebaikan yang dia kerjakan pada sepuluh hari al-Adha.” (HR. Ad-Daruquthni)


Jamadi (35) menerima beras wakaf dari program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI). Ia tinggal di rumah kontrakan di gang sempit Kampung Lio, Depok. (ACTNews/Eko Ramdani)

Al-Hafidz Ibn Rajab mengatakan, hadis ini menunjukkan bahwa beramal pada sepuluh hari bulan Zulhijah lebih dicintai di sisi Allah dari pada beramal pada hari-hari yang lain, tanpa pengecualian. Sementara jika suatu amal itu lebih dicintai Allah, artinya amal itu lebih utama di sisi-Nya. (Lathaiful Ma’arif, hal. 456).

Ditambah tahun ini, masyarakat juga sedang menghadapi waktu-waktu sulit akibat pandemi yang mendera. Bertambah lagi waktu terbaik lagi untuk menyalurkan sedekah di bulan Zulhijah nanti. Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengingatkan bahwa di tengah kondisi normal baru, masyarakat sering lupa berfokus pada bantuan Allah dan dari mereka-mereka yang membutuhkan.  


“Perspektif pikiran tidak semuanya dapat menjadi solusi saat ini, kita harus menggunakan perspektif iman. Wilayah-wilayah spiritual melalui sedekah, untuk tumbuhkan keberkahan. Di banyak program kita, kita siapkan tidak hanya untuk memenuhi dan memahami kebutuhan go emphatic namun juga go spiritual, baik dalam tahap individual hingga nasional. Yuk, ubah kebiasaan kita di era normal baru ini. Ini momentum untuk mengedepankan sedekah, membantu usaha-usaha atau kehidupan sosial kita,” kata Ibnu.

Bulan Zulhijah tinggal menghitung hari. Waktu-waktu utama itu segera datang dan ditunggu. Tidak hanya oleh para dermawan – mengingat keutamaannya, tapi juga untuk warga prasejahtera yang kini sedang bertahan di tengah kesulitan. []