Khatijah Hidup Sederhana Penuh Rasa Syukur

Khatijah (58), warga Desa Buni Reuling, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, hidup dengan kondisi jauh dari kata layak. Biar pun begitu, ia tetap menjalani hidup penuh syukur.

Khatijah, warga Kabupaten Pidie, saat ditemui relawan Masyarakat Relawan Indonesia Kabupaten Pidie di rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN PIDIE – Dari kisah Khatijah (58) warga Desa Buni Reuling, Padang Tiji, Kabupaten Pidie, kita bisa belajar bersyukur. Ibu tiga anak itu selalu terlihat ceria. Kehidupan Khatijah, bagi sebagian besar orang, mungkin terlihat tidak nyaman. Namun, baginya, kehidupan saat ini adalah nikmat Allah yang tidak terhingga.

Khatijah sedang menjalankan aktivitas sehari-hari saat relawan Masyarakat Relawan Pidie bersama Aksi Cepat Tanggap Aceh melaksanakan kegiatan saweu duafa, sembari mengantarkan sembako dari Lumbung Sedekah Pangan, November lalu.

Rumah Khatijah amat sederhana. Ia dan tiga anak perempuannya tidur di dapur dengan atap berlubang. “Kalau hujan, bocor,” ceritanya. Langit-langit rumahnya memang terbuat dari seng bekas meunasah yang tidak terpakai lagi. Sementara itu, lantainya kerap terendam banjir karena pondasi rumah terlalu rendah. Dinding rumahnya penuh dengan lubang dan rapuh. Khatijah dan anak-anaknya begitu takut jika di malam hari hujan dan angin kencang terjadi.

Ia yang bekerja sebagai buruh tani tidak memiliki cukup biaya untuk memperbaiki rumah. Sementara, suaminya telah wafat sejak 2013. “Jangankan untuk membenahi rumah, untuk makan pun kami sering menahan lapar. Kalau benar-benar tidak kuat, kami minta sedikit beras kepada keuchik (pimpinan desa),” akunya kepada tim ACT Aceh.

Laila Khalidah dari Tim Program ACT Aceh menerangkan, dari Khatijah, banyak pelajaran yang bisa kita lakukan. “Salah satunya adalah belajar bersyukur. Di balik kesusahan yang dirasakan Bu Khatijah, ia selalu bersyukur dan menjalani hidup dengan ceria. Itu terlihat dari cara beliau berinteraksi dengan relawan MRI Pidie – ACT Aceh saat berkunjung ke rumah,” kata Laila.

Selain berlapang dada dengan keadaan, lanjut Laila, Khatijah adalah seorang mualaf yang tidak kenal lelah belajar agama. Sebagai seorang mualaf, Khatijah begitu semangat mendalami agama Islam. Setiap hari ketika magrib dan isya ia selalu menyempatkan diri mengikuti salat berjemaah di meunasah. Setiap hari Jumat, ia tak pernah lupa menghadiri majelis taklim di meunasah.

Ia pun berharap, pelajaran ini juga membuat masyarakat Aceh peduli dengan sesama. Laila mengajak masyarakat Aceh untuk membantu Khatijah. “Ayo dukung terus Aksi Cepat Tanggap Aceh mengukir lebih banyak senyum saudara yang membutuhkan. Sahabat dermawan bisa memberikan bantuan terbaik melalui sedekah tunai atau langsung datang ke kantor ACT Aceh,” kata Laila. 

Sedekah dapat dikirimkan ke rekening Bank Aceh Syariah di nomor 0100193000920, BNI Syariah di nomor 6600011008, atau Mandiri Syariah 7089786023 atas nama Aksi Cepat Tanggap.[]