Khawatir Gempa Susulan, Warga Bermalam di Luar Rumah

Gempa yang berpusat di Sukabumi berdampak hingga Kabupaten Bogor. Ratusan rumah di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, rusak. Warga pun memilih bermalam di luar rumah karena khawatir adanya gempa susulan.

Khawatir Gempa Susulan, Warga Bermalam di Luar Rumah' photo
Warga di Kampung Jayanegara Desa Kebandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, bermalam di luar rumah, Selasa (10/3) malam usai gempa bermagnitudo 5,0 mengguncang dan merusak sejumlah rumah. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Warga di Kampung Cisalada, Dusun 3, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, memilih bermalam di luar rumah usai gempa yang berpusat di Sukabumi mengguncang pukul 17.18 WIB, Selasa (10/3). Gempa bermagnitudo 5,0 merusak 134 rumah di Kampung Cisalada.

Ahmad Nasir dari Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Bogor melaporkan, hingga pukul 02.00 WIB, warga Kampung Cisalada memilih mengungsi dan meninggalkan rumah mereka. “Hingga tengah malam, berdasarkan hasil asesmen kami, 20 rumah rusak berat, 112 rusak ringan, dua rumah rusak sedang, tiga musala rusak berat, dan sebuah sekolah rusak ringan,” lapor Nasir. Data tersebut diperoleh Tim MRI Bogor dari 6 RT dan 2 RW dengan total 465 jiwa. Nasir mengatakan, sebagai bantuan darurat, warga membutuhkan makanan siap saji, obat-obatan, dan alas tidur.

Hal itu juga terjadi diKampung Jayanegara, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Hingga pukul 02.00 listrik masih padam di desa tersebut. Siti Maryam melaporkan, sejumlah 101 jiwa mengungsi di pos penyintas yang berlokasi di pabrik teh. “Kami melihat adanya bayi dan balita. Bantuan yang dibutuhkan anatara lain makanan siap santap, air minum, termasuk kebutuhan makanan bayi dan popok bayi,” lapor Maryam.

Daryadi dari Tim Disaster Emergency Response - ACT mengatakan, hingga Rabu (11/3) pagi, MRI Bogor masih melakukan asesmen. Rabu pagi, warga yang rumahnya tidak rusak sudah kembali ke rumah. “Lebih lanjut, tim akan mengikhtiarkan posko kemanusiaan di Bogor dan Sukabumi untuk distribusi bahan pangan,” kata Daryadi.

Gempa bumi M5,0 terjadi Selasa (10/3) sore berpusat di darat 13 kilo meter timur laut Kabupaten Sukabumi. Gempa terasa kuat di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Sejumlah wilayah terdampak dengan skala MMI yaitu, IV-V Cikidang, IV-V Ciambar, IV-V Cidahu, IV-V Kelapa Nunggal, III Panggarangan, II-III Bayah, dan II-III Citeko.[]