Khidmat Salat Iduladha Warga Lombok di Masjid yang Kini Tiada

Masjid Jami An-Nur kini rata dengan tanah. Namun, warga Lombok tetap memilih menunaikan salat Iduladha di sana, sambil mengulang kebersamaan Iduladha seperti saat sebelum gempa melanda.

ACTNews, LOMBOK - Suasana khidmat menyelimuti salat Iduladha di tanah lapang, di mana Masjid Jami An-Nur kokoh berdiri sebelum diguncang gempa. Masjid yang terletak di dekat Integrated Community Shelter (ICS), Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, itu kini rata dengan tanah, namun warga tetap memilih menunaikan salat Iduladha di sana. Pasalnya, bagi mereka dahulunya masjid inilah yang cukup menampung warga dari empat dusun di Desa Gondang untuk salat Iduladha.

"Karena kalau di masjid ini dulu bisa menampung warga dari empat dusun saat salat Iduladha. Sampai keluar teras saking banyaknya. Sementara sekarang masjid masih rata dengan tanah dan belum kita bangun lagi. Kalau di tempat lain takut tidak cukup dan agak jauh juga. Jadi tanah masjid ini masih kita gunakan di salat-salat hari raya karena dapat menampung warga dari empat dusun tersebut," kata Kemar, pengurus Masjid Jami An-Nur, Selasa (11/8) ini.

Keempat dusun tersebut adalah Karangpendagi, Karangbedil, Karangamur, serta Karanganyar. Kemar menceritakan, setahun pascagempa M 7,0 yang mengguncang Lombok pada Agustus 2018 lalu, kehidupan warga semua dusun sudah normal kembali. Terlihat ratusan orang memenuhi masjid tempat salat mereka tersebut.




Namun ia mengakui, warga masih juga sering trauma karena gempa tahun lalu tersebut. Sampai sekarang, beberapa warga langsung bersiaga bila ada gempa-gempa kecil yang mereka rasakan.

"Karena tidak ada yang menyangka bakal sekencang itu guncangannya. Padahal itu terasanya sangat cepat, hanya seperti beberapa detik. Kita seperti diangkat, kemudian dijatuhkan sambil diguncang ke bawah. Ketika sadar, sudah hancur semua," kata Kemar.

Bantuan demi bantuan datang membersamai mereka sejak saat itu. Hingga kini pun, masih banyak bantuan yang terus membersamai mereka. Salah satunya dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah mendirikan ICS untuk menampung warga-warga yang kini rumahnya belum selesai dibangun.

"Kami saat-saat gempa tersebut sampai sekarang, sangat terbantu sekali, dengan kehadiran ACT. Banyak sekali bantuan yang diberikan kepada kami dan bahkan sampai sekarang, ICS masih tetap berdiri setelah satu tahun gempa. Ini cukup membantu karena pembangunan rumah biasanya memang akan memakan waktu cukup lama," kata Kemar.

Khusus di momen Iduladha, ACT melalui Global Qurban kembali menebarkan kebahagiaan kurban untuk warga terdampak gempa di Lombok. Sebanyak 15 ekor sapi yang merupakan amanah dari Kajian Musawarah disembelih untuk penyintas gempa yang tinggal di ICS Gondang dan warga Lombok Utara.



"Alhamdulillah, hari ini kita menyembelih 15 ekor sapi, amanah dari Kajian Musawarah melalui program Musawarah Berkurban. Nantinya 15 ekor sapi ini akan didistribusikan ke seluruh kecamatan di Lombok Utara. Warga-warga di ICS juga akan dapat dagingnya. Selain itu besok (12/8) juga akan ada Syukuran Qurban. Nah, daging yang akan dimasak pada acara ini tidak termasuk dengan daging yang dibagikan. Jadi masing-masing ada yang untuk dibagikan, ada yang untuk dimasak di ICS," terang Romi Saifuddin, Ahad (11/8).

Rifai, salah satu penghuni ICS Gondang bersyukur atas pendampingan ACT selama setahun terakhir. "Gempanya sudah berlalu, tapi pembangunan masih berlangsung sampai sekarang dan membangunnya itu cukup lama. Alhamdulillah, bantuan ini cukup meringankan keadaan kami yang masih tinggal di ICS ini. Jadi kami sangat berterima kasih kami atas bantuan yang diberikan ACT dan Global Qurban," tutur Rifai. []