Khosiin Berderma di Tengah Keterbatasan

Kecelakaan hebat 17 tahun lalu membawa dampak besar pada kehidupan Khosiin, warga Batang. Akan tetapi, banyak hikmah yang kemudian ia dapatkan dan menjalani kehidupan dengan penuh manfaat.

1
Khosiin saat berfoto bersama lansia di Batang. Ia merupakan relawan Yayasan Muamalat Cinta Yatim Indonesia yang merupakan mitra ACT Jawa Tengah. (ACTNews)

ACTNews, BATANG – Masih jelas dalam ingatan Khosiin (49), saat sebuah kejadian yang kemudian membawa dampak besar pada hidupnya. Hal itu terjadi 17 tahun silam di ibu kota. Ketika itu juga, profesinya sebagai sopir terhenti. Sebabnya ialah kecelakaan hebat. Khosiin juga harus kehilangan kaki kanannya karena terpaksa diamputasi pascakecelakaan.

Lembaran baru seakan yang dijalani pria asal Batang itu setelah kecelakaan. Alat bantu berjalan selalu digenggaman. Tidak ada kegiatan menghabiskan waktu di jalan sebagai sopir dalam kamus hidup Khosiin. Ia kemudian memutuskan kembali ke kampung halaman.

Tak diduga, ketika tiba di tanah kelahiran hanya cibiran yang diterima Khosiin. Ia dipandang sebelah mata oleh tetangganya sendiri. Melihat kondisi Khosiin yang hanya memiliki satu kaki menjadi alasan.

“Ada kata-kata yang membuat hati saya tersayat. Tapi saya bertekad tidak akan menyerah dalam keterbatasan,” optimis Khosiin pada pertengahan April lalu saat bertemu dengan tim Aksi Cepat Tanggap.

Di kampung halaman Khosiin bersemangat untuk mencari kerja. Meski untuk berjalan harus dibantu alat, ia terus berikhtiar. Ia yakin pertolongan Allah bakal menghampiri jika hambanya mau berusaha. Dari pekerjannya barunya, Khosiin mengumpul rupiah demi rupiah untuk memodifikasi motornya menjadi roda tiga. Hal ini dilakukan agar mobilitasnya mudah.

“Kendaraan tersebut saya gunakan untuk berdagang kecil-kecilan. Kelebihan uangnya saya maksimalkan untuk mendukung kegiataan sosial,” ungkap Khosiin.

Khosiin sendiri tergabung sebagai relawan Yayasan Muamalat Cinta Yatim Indonesia. Yayasan tersebut merupakan mitra ACT Jawa Tengah. Berbagai aksi kemanusiaan telah terjalin, yang rutin ialah pendistribusian sembako untuk lansia, bantuan pendidikan anak yatim dan yatim piatu, serta pembagian alat bantu bagi difabel lainnya di Kabupaten Batang.

“Kami datangi gang-gang kecil, kami datangi pelosok desa, kami datangi pinggiran kota, hanya untuk mendengar keluhan mereka yang kekurangan. Kami ingin berbuat sesuatu agar mereka punya harapan,” tambah Khosiin.

Khosiin sendiri ketika ditanya keinginan terbesarnya tak mampu meminta banyak. Ia hanya ingin bisa lebih banyak membantu saudara yang memiliki kekurangan dan keterbatasan. Ia hanya berdoa agar segalanya diberkahi. Ia pun ingin ketika harus berpulang (meninggal) bisa menjadi tetangga Rasulullah di surga kelak.[]