Kiat Sunardi Hadapi Persoalan Tani

Menghadapi harga yang tak kunjung stabil dan permodalan yang sulit, Sunardi terus mencari berbagai cara. Ia bahkan sempat mengalihkan jenis tanaman dari bawang prei kepada singkong agar lahan yang ia garap tetap berjalan.

Sunardi sedang memanen singkongnya. (ACTNews)

ACTNews, BANJARBARU – Selepas berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan pakan ternak lima tahun lalu, Sunardi (41) menjalani kehidupannya sebagai petani sayur di Kampung Baru Landasan ulin Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Semua terjadi berkat motivasi Ali Ridho, seorang petani senior di Kampung Baru. Sebuah lompatan yang ekstrem, namun berkat kerja keras dan totalitas, ia berhasil memberi kesejahteraan untuk keluarganya. "Alhamdulillah sudah bisa menambah tanah garapan," ujarnya.

Lika-liku menjadi petani juga dialaminya. Menurut Sunardi, persoalan pelik yang dihadapi petani adalah soal permodalan karena harga tidak stabil. "Kalau harga tinggi tentu sangat menguntungkan, tapi kalau harga jatuh kami bingung bagaimana memutar modal," lanjut Sunardi.

Terlebih di saat pandemi seperti sekarang, Sunardi harus memikirkan kiat untuk mengatasi keadaan. Ia termasuk orang yang menghindari utang, terlebih utang riba. "Berat menanggungnya," ucapnya. Meskipun hasil tani nya tak seberapa, Ia berusaha bertahan. "Saya menanam bawang prei saja, sekarang harganya cuma Rp6 ribu per kilogram. Biasanya bisa mencapai Rp25 ribu padahal," ucap Sunardi kelu.


Dengan gelora optimisme, Sunardi akhirnya menyiasati keadaan dengan menanam singkong. "Modalnya kecil sedangkan harga relatif stabil, jadi Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari," terangnya.

Inovasi Sunardi tak berhenti. Mendapatkan modal dari Global Wakaf – ACT, ia telah menyiapkan lahan untuk varietas baru, yakni jagung. Mengingat harga jagung pun masih stabil. Ia optimis bisa bertahan di tengah pandemi. "Bagaimanapun kondisinya, saya ingin terus menjadi petani," pungkasnya di tengah rintik hujan Kamis (24/9) sore itu.

Retno Sulisetiyani selaku Koordinator Program Global Wakaf - ACT Kalimantan Selatan pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program ini sehingga para petani yang sedang mengalami kesulitan seperti Sunardi bisa menjalankan usahanya dengan lebih lancar dan tentunya lebih berkah.

”Kami mengajak kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal Usaha Mikro, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Retno. []