Kilang Minyak Meledak, Hampir 1.000 Warga Mengungsi

Dentuman ledakan kilang minyak Balongan di Indramayu terasa hingga jarak 5,8 kilometer. Hampir seribu warga desa diungsikan akibat peristiwa ini.

Tangkapan layar visual Google satelit kilang minyak Balongan. (ACTNews)

ACTNews, INDRAMAYU — Kilang minyak di Balongan, Indramayu meledak pada Senin (29/3/2021) pukul 00.45 WIB. Keterangan resmi PT Pertamina, kebakaran terjadi di tangki T301G. Penyebab kebakaran belum diketahui dengan pasti, namun pada saat kejadian kondisi sedang turun hujan lebat disertai petir.

Selain itu, PT Pertamina selaku pengelola kilang minyak tersebut menjelaskan terdapat sekitar 200 warga diungsikan ke Pendopo Kabupaten Indramayu, sekitar 400 orang di Islamic Center Indramayu, dan sekitar 350 warga di GOR Perumahan Bumi Patra. Warga yang diungsikan berasal dari Desa Balongan yang merupakan wilayah yang berlokasi paling dekat dengan tempat kejadian.

Selain itu, sejumlah warga yang tengah melintas di Jalan Raya Balongan, yang berada persis di samping kilang juga menjadi korban. PT Pertamina menyebutkan sebanyak lima orang luka dan dilarikan ke rumah sakit. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan 5 orang luka berat dan 15 orang luka ringan.


Salah satu warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Mahdor, saat dihubungi ACTNews mengatakan, suara dentuman ledakan kilang minyak terdengar hingga rumahnya yang berjarak 5,8 kilometer dari lokasi kejadian. “Terasa seperti gempa, rumah saya kacanya sampai pecah, kena getarannya,” aku Mahdor pada Senin (29/3/2021) pagi. 

Sementara itu, Muhammad Tawwaba dari Aksi Cepat Tanggap Cirebon mengatakan hingga saat ini, Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia Cirebon telah berada di lokasi pengungsian. “Kami turut mendata kebutuhan warga yang terdampak peristiwa tidak terduga itu,” kata Tawwaba.[]