Kilas Balik Ramadan 2020, Yaman dalam Ancaman Kelaparan Akut

Pada 2020, sebanyak 15,9 juta warga Yaman berada dalam ancaman kelaparan akut. Konflik yang berkepanjangan membuat kondisi itu tak kunjung berubah bahkan hingga Ramadan.

Warga Yaman antre mendapatkan paket pangan.
Warga Yaman antre mendapatkan paket pangan. Ramadan tahun lalu Yaman berada dalam ancaman kelaparan akut. (ACTNews)

ACTNews, SANA’A — Ramadan tahun kemarin, masyarakat Yaman berada dalam kondisi kelaparan. Di mana pada April 2020 BBC memasukkan Yaman dan empat negara lain yakni Kongo, Venezuela, Sudan Utara, dan Afghanistan ke dalam negara yang terancam dilanda kelaparan akut.

Dalam data WFP, total masyarakat Yaman yang terancam kelaparan pada 2020 mencapai 15,9 juta orang. “Semakin lama konflik, semakin banyak warga yang rentan kelaparan,” kata Kepala Ekonomi dan Direktur Penelitian, Penilaian, dan Pengawasan di WFP Arif Husain.

Melihat kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap memberikan bantuan paket pangan untuk meringankan beban warga Yaman selama Ramadan tahun lalu. Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-ACT mengatakan, bantuan pangan menjadi salah satu ikhtiar mendukung warga Yaman di kala ibadah Ramadan.

“Paket pangan diperuntukkan kepada masyarakat di Kota Sana’a, khususnya para keluarga tak mampu yang terdiri dari ibu dan anak-anak yang hidup mandiri. Sebanyak 83 kepala keluarga menerima bantuan ini,” ucap Said. 

Said juga menuturkan, bantuan paket pangan tak hanya diberikan saat Ramadan. Karena ACT senantiasa memberikan bantuan pangan, mengingat Yaman memiliki angka kelaparan dan gizi buruk yang tinggi. “Insya Allah ramadan tahun ini program akan kembali dilanjutkan,” ungkap Said.[]