Kiprah Jojo: Sabet Piala Thomas 2020, Hingga Bantu Penyintas Bencana

Kemenangan tim bulu tangkis Indonesia menyabet Piala Thomas 2020 tidak luput dari aksi heroik tunggal putra, Jonatan Christie. Prestasi Jojo, sapaannya, juga mengingatkan kita saat ia membantu penyintas bencana di Lombok dan Palu siram.

Kiprah Jojo: Sabet Piala Thomas 2020, Hingga Bantu Penyintas Bencana
Atlet tunggal putra bulu tangkis Indonesia Jonatan Christie bersama anak-anak penyintas Gempa Lombok 2018. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Kemenangan Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 setelah mengalahkan China mengakhiri puasa gelar selama dua dekade terakhir. Kemenangan tim bulu tangkis Indonesia ini sekaligus tidak luput dari aksi heroik tunggal putra, Jonatan Christie atau kerap disapa Jojo. 

Selain sebagai atlet bulu tangkis dengan prestasi internasional, Jojo juga punya banyak sisi kedermawanan. Salah satunya bersama Kitabisa dan Aksi Cepat Tanggap 2018 silam, yakni saat ia membangun kepedulian pada Gempa Lombok dengan menyediakan hunian sementara untuk para penyintas.

“Sebelum bertanding, saya bernazar jika saya menang (Asian Games 2018), saya ingin mendonasikan sebagian bonus yang saya dapat dari pemerintah untuk membangun hunian sementara untuk para pengungsi gempa Lombok,” ungkap Jojo, saat itu.

Tak hanya Gempa Lombok saja, aksi kedermawanan Jojo terjalin saat gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi menimpa Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Saat itu Jojo terjun langsung menemui para penyintas gempa untuk mendistribusikan bantuan pangan di Hunian Nyaman Terpadu ACT di Desa Lolu, Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Adapun Jojo juga mengajak rekan atlet badminton lain untuk menggalang bantuan demi membangun kepedulian kepada para penyintas bencana. Bagi pria berumur 24 tahun ini, kehadiran bencana merupakan teguran untuk masyarakat saling bahu-membahu membantu sesama.[]