Kisah 7 Mahasiswa Palu Dapatkan Beasiswa ACT di Makassar

Kisah 7 Mahasiswa Palu Dapatkan Beasiswa ACT di Makassar

ACTNews, MAKASSAR - Pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tak jarang buat masyarakat Sulawesi Tengah memilih pergi ke daerah yang dirasa lebih aman. Bahkan ada yang sampai ke luar Kota Palu, seperti 7 mahasiswa asal Universitas Tadulako Palu yang mengungsi ke Makassar. 

Alasannya bukan hanya menyelamatkan diri, melainkan juga untuk melanjutkan pendidikan mereka. Sebab, bangunan Universitas Tadulako Palu sudah runtuh ketika gempa besar itu terjadi. Fathurrahman Hidayat, salah satu mahasiswa, mengaku turut menyaksikan langsung betapa 70% bangunan kampusnya seketika rata dengan tanah. 

“Saya awalnya berada di kostan, lalu kembali ke kampus ketika masyarakat berteriak akan terjadi tsunami. Saya bersama puluhan teman berlari sampai ke Untad. Hingga kami menyaksikan langsung bangunan kampus itu runtuh, benar-benar runtuh. Kami semua yang ada di sana pun panik,” kata Fatur.

Fatur yang ketika itu belum tahu harus pergi ke mana, ia memilih tinggal di halaman kampus selama 3 malam. Sampai situasi mulai kondusif, Fatur pun pulang ke rumah orang tuanya yang terletak di Pasangkayu, Sulawesi Barat.   

Satu minggu setelahnya, Fatur mendapat kabar dari rekannya bahwa mahasiswa Untad Palu bisa melanjutkan kuliahnya di Universitas Hasanuddin Makassar. Namun, Fatur merasa pesimis tentang cara yang mumpuni untuk bertahan hidup di Makassar. “Saya khawatir nanti di sana justru tidak bisa bertahan,” tuturnya. 

Sampai akhirnya Fatur memberanikan diri untuk pergi ke Makassar dengan dana seadanya. “Saya ke Makassar bareng teman, pakai motor dari Pasangkayu. Ketika sampai, saya sempat menginap di rumah keluarganya teman selama 3 hari, lalu pindah setelah mendapat bantuan dari ACT,” tambahnya.  

Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Selatan kembali menggerakkan kepeduliannya. Rabu (31/10) ACT Sulsel menyerahkan bantuan berupa living cost kepada 7 mahasiswa Universitas Tadulako, termasuk Fatur. Penyerahan diserahkan langsung oleh Syahrul Mubaraq selaku Kepala Cabang ACT Sulsel. 

Syahrul mengatakan bahwa bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian ACT kepada masyarakat Palu yang memiliki semangat untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikannya. Mereka antara lain Fatur, Elyta, Ramli, Sandirman, Rina, Darul, dan Nur Alam. 

“Mereka itu mahasiswa dari Palu yang gedung universitasnya rusak akibat gempa, membuat mereka putus asa untuk kembali menggapai cita-cita. Upaya ini juga untuk membuktikan keseriusan ACT Sulsel dalam membersamai korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan juga Donggala,” kata Syahrul. 

Tak lupa, Fatur pun menuturkan rasa syukur sekaligus terima kasihnya. “Terima kasih ACT atas bantuan living cost yang sangat membantu. Insya Allah kami akan menggunakan bantuan itu sebaik-baiknya untuk menunjang pendidikan kami selama di sini, di Unhas Makassar,” pungkas Fatur. []