Kisah Akbar, Anak Yatim 10 Tahun yang Putus Sekolah Akibat Keterbatasan Ekonomi

Akbar Maulana terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarga. Saat berjualan kue melintasi sekolah, ia hanya bisa memendam keinginannya turut belajar ketika melihat anak-anak seusianya bersekolah.

akbar ingin sekolah
Akbar saat melihat sekolah. Akbar terpaksa putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga (ACTNews)

ACTNews, SIDOARJO – Akbar Maulana (10) anak yatim di daerah Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo terpaksa putus sekolah lantaran kondisi ekonomi keluarga. Akbar kini membantu sang ibu berjualan kue. 

Akbar putus sekolah saat duduk di kelas 2 SD. Denny, sang ibu, berjualan kue kering dan kue basah dengan penghasilan tidak menentu. Usaha ini ditekuni sejak sang suami wafat setahun silam akibat serangan jantung.

Abdi Chandra dari tim ACT Sidoarjo menjelaskan, Akbar dan keluarga tinggal di rumah sewa. Hal ini tentu membuat pengeluaran membengkak di tengah pendapatan yang tak pasti.

“Akbar dan kakaknya putus sekolah. Bahkan rapotnya pun disita oleh penagih hutang untuk dijadikan sebagai jaminan,” ujarnya, Kamis (12/5/2022).

Meskipun baru berumur 10 tahun, tambah Abdi, Akbar tetap semangat membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue keliling seperti lumpia dan kentang goreng sejak pagi hingga sore. “Sehari Akbar membawa 30 lumpia dan 30 kentang goreng,” jelasnya. 

Abdi melanjutkan, saat melintasi sekolah atau madrasah anak-anak mengaji, Akbar hanya bisa melihat dari jauh. Ia ingin sekolah dan mengaji di madrasah lagi seperti teman seusianya. 

“Keuntungan berjualan kue tak selalu cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi biaya sekolah. Namun kondisi ini tak pernah Akbar sesali karena ia ingin membahagiakan sang ibu,” ucap Abdi. 

Selanjutnya Abdi mengajak Sahabat Dermawan untuk membantu Akbar dan kakaknya agar bisa sekolah lagi. “Bantuan dapat disalurkan melalui ACT Sidoarjo atau IndonesiaDermawan.id,” pungkasnya.[]